MAKALAMNEWS.ID - Lagi, Wali Kota Jambi Maulana mendapat kritikan tajam dari Dr Dedek Kusnadi, S.Sos, M.Si, MM, seorang pengamat pemerintahan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Syaifudin.
Dalam pandangannya, wali kota seharusnya tidak hanya berbicara besar tentang prestasi Kota Jambi di tingkat dunia, tetapi lebih fokus pada penanganan masalah mendesak seperti banjir yang melanda kota.
Sambut Hari Bhayangkara ke-79 Polresta Jambi Gelar Olahraga Bersama, TNI-Polri Penuh Keakraban
"Lebih baik wali kota urus banjir aja, jangan cerita kelas dunia. Nyatanya, banjir masih terjadi, jalan rusak, PDAM tidak lancar, dan RPJMD tidak jelas. Mana kota kelas dunia yang masih menghadapi banjir dan mengusur pedagang?" katanya lewat rilis yang dikirim ke media ini.
Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan terhadap partisipasi Wali Kota Jambi dalam forum internasional “Transforming Cities with Media and Information Literacy: Accelerating UNESCO MIL Cities Meeting” yang diadakan secara daring oleh Markas Besar UNESCO di Prancis pada Rabu, 11 Juni 2025.
Dalam forum tersebut, Maulana diundang sebagai pembicara, namun kritik muncul terkait kondisi nyata yang dihadapi oleh masyarakat Jambi.
"Baru ikut zoom aja ceritanya udah kemana-mana. Malu kita sama daerah lain," ujarnya.
Dedek menekankan pentingnya tindakan nyata di lapangan dibandingkan dengan presentasi di forum internasional.
Kritikan ini mencerminkan harapan masyarakat agar pemerintah daerah lebih fokus pada penyelesaian masalah yang langsung berdampak pada kehidupan sehari-hari, daripada hanya mengumbar prestasi di forum-forum internasional.(*)

Social Header