MAKALAMNEWS.ID - Dalam upaya penanggulangan banjir di Kota Jambi yang semakin mendesak, pengamat pemerintahan Dr Dedek Kusnadi, S.Sos, M.Si, MM memberikan saran yang cukup simpatik kepada Wali Kota Maulana.
Akademisi UIN STS Jambi ini mengusulkan agar wali kota mempertimbangkan untuk menjual mobil dinas mewahnya, Alphard Hybrid, sebagai langkah efisiensi anggaran.
"Jika memang dana untuk penanggulangan banjir harus mengalami efisiensi, ada baiknya wali kota menjual mobil dinas mewahnya. Bayangkan, di tengah upaya efisiensi, masih ada pembelian mobil mewah. Dana yang diperoleh dari penjualan tersebut bisa dialihkan untuk menambah dana penanggulangan banjir, bahkan mungkin mengurangi dana untuk PKK," ungkap Dr Dedek.
HUT ke-79 Kota Jambi, Ketua DPRD Soroti Soal Sampah, Parkir Liar, dan Banjir
Walhi Jambi Laporkan JBC, Jamtos, dan Roma Estate ke Polda, Diduga Rusak Sempadan Sungai
Menurutnya, penjualan mobil dinas mewah serta pengurangan dana untuk PKK dapat digunakan untuk membebaskan satu spot lahan di sekitar bantaran sungai dan menormalisasi satu atau dua titik banjir.
Sikap ini, menurut Dr Dedek, sangat penting sebagai contoh kepemimpinan yang baik.
Ia menekankan, memberi contoh efisiensi bukan sekadar wacana, tetapi harus diimplementasikan dalam tindakan nyata.
"Jika ini dilakukan oleh Wali Kota Maulana, saya yakin tindakannya akan masuk dalam rekor MURI. Selain itu, ia juga akan mendapatkan pujian dari berbagai pihak termasuk pemerintah pusat, termasuk Wamendari Kang Bima Arya, Menteri Desa Bang Yandri, bahkan dari Pak Zulhas," tambahnya.
Saran ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dalam upaya mengatasi masalah banjir yang kerap melanda wilayah Jambi, serta menunjukkan komitmen nyata dari pemimpin dalam menghadapi tantangan yang ada.(*)

Social Header