MAKALAMNEWS.ID - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jambi menggelar workshop Digital Peace Creator pelatihan pembuatan konten kreatif dalam rangka pencegahan terorisme dan radikalisme, Selasa (3/11/2026).
Workshop digelar di ruang pola kantor Gubernur Jambi dan dibuka Wakil Gubernur H Abdullah Sani.
Turut hadir Brigjen Pol Slamet Riyadi Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik mewakili Plt Deputi Bidang Kesiapsiagaan Nasional dan Kontra Radikalisasi BNPT Irjen Pol Wawan Ridwan.
Workshop ini menghadirkan dua narasumber yakni conten creator dari Jambi Iwan Kurniawan S.Kom dan Bintang Cahya Public Speaking Coach.
Dalam sambutannya, Brigjen Slamet Riyadi mengatakan, mencegah terorisme tidak cukup dengan larangan dan peringatan.
Pendekatan yang hanya berisi "jangan ini, jangan itu" tidak akan cukup menjangkau generasi yang tumbuh dengan gawai di tangan. Kita perlu pendekatan yang edukatif, kreatif, dan partisipatif.
"Kita ingin adik-adik tidak hanya menjadi penonton dan penerima informasi, tetapi menjadi pembuat pesan yang menghadang narasi kebencian dan kekerasan," katanya.
Brigjen Slamet bilang, dalam pelatihan ini pelajar diberi pemahaman yang kritis tentang bahaya intoleransi, radikalisme, dan terorisme, serta dampaknya bagi persatuan dan masa depan kalian sendiri.
Kedua, kecakapan literasi digital: memeriksa sumber, mengenali hoaks, dan tidak mudah terpancing konten provokatif.
Ketiga, keterampilan nyata merancang pesan, menulis naskah, serta membuat video pendek, infografis, dan poster digital yang membawa pesan damai.
"Saya ingin menitipkan tiga pesan, pertama berpikirlah sebelum membagikan. Satu unggahan bisa menjangkau ribuan orang dalam hitungan menit. Periksa kebenarannya, pahami maksudnya, dan pertimbangkan dampaknya. Jika menemukan konten kebencian atau ajakan kekerasan, jangan sebarkan. Laporkan lewat fitur platform, dan ceritakan kepada guru atau orang dewasa yang kalian percaya," ujarnya.
Yang kedua, lawan kebencian dengan gagasan, bukan dengan kebencian. Konten yang baik tidak menakut-nakuti, tidak menghakimi, dan tidak merendahkan siapa pun.
Pesan ketiga: jadilah kreator yang bertanggung jawab. Pastikan karya kalian benar, menghormati hak cipta, dan meminta izin kepada siapa pun yang tampil di dalamnya. Kreativitas yang baik selalu berjalan bersama etika.
Sementara, Ketua FKPT Jambi Dr. H. Abd Rahman, S.Ag, M.Pdi mengatakan, perkembangan teknologi dan mefia sosial telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.
Di satu sisi, media digital menjadi sarana komunikasi dan kreativitas, namun di sisi lain juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan paham radikaliame, intoleransi, dan propaganda terorisme
Abd Rahman berharap melalui kegiatan ini akan lahir generasi muda Jambi yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi digital, tetap juga memiliki semangat toleransi, cinta tanah air, dan mampu menjadi bagian dari getakan pencegaham radikalisme dan terorisme.
"Kami jiga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari Pemprov Jambi, forkopimda, dunia pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat program pencrgahan terorisme di Provinsi Jambi," katanya.
Wakil Gubernur Jambi H Abdullah Sani berharap melalui workshop ini pelajar didorong untuk memproduksi konten positif bernuansa moderasi beragama, semangat kebangsaan, dan toleransi dengan gaya khas Generasi Z.
"Pemerintah Provinsi Jambi tidak berjalan sendiri. Upaya pencegahan ini dilakukan secara terpadu melalui penguatan peran camat, lurah, kepala desa, Dinas Pendidikan, hingga mengintegrasikan materi pencegahan ke dalam kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler di satuan pendidikan," katanya.
"Selain itu, Pemprov Jambi juga berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk mengoptimalkan peran penyuluh agama dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat," sambungnya.(min)

Social Header