MAKALAMNEWS.ID - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Tebo, Jambi.
Polres Tebo bersama Polsek jajaran, TNI dan pihak terkait bergerak cepat melakukan pengecekan, pemadaman, dan pemantauan di sejumlah titik kebakaran, Jumat (4/9/2026).
Dari hasil penanganan di beberapa lokasi, total lahan yang terdampak karhutla diperkirakan mencapai 86 hektare. Seluruh titik kebakaran yang dilaporkan berhasil dikendalikan dan dipastikan telah padam.
Kapolres Tebo bersama jajaran melakukan penanganan di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Sumay, Rimbo Bujang, dan Muara Tabir.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas sekaligus memastikan kondisi wilayah tetap aman.
Di Kecamatan Rimbo Bujang, kebakaran terjadi sekitar pukul 10.25 WIB di area perkebunan sawit milik warga di Jalan Manjau, Desa Mekar Kencana.
Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 1 hektare.
Sebanyak empat personel Polri bersama delapan personel pemadam kebakaran (Damkar) diterjunkan untuk melakukan pemadaman. Setelah dilakukan penanganan, api berhasil dipadamkan.
Sementara itu, karhutla juga terjadi di Desa Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir, sekitar pukul 09.00 WIB.
Kebakaran melanda tanaman kebun sawit yang telah ditanam serta semak belukar dengan luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 10 hektare.
Penanganan melibatkan empat personel Polri, dua personel TNI, serta delapan personel tim kehutanan. Petugas berjibaku melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam.
Karhutla di Sumay Capai 75 Hektare
Penanganan karhutla juga dilakukan di wilayah Kecamatan Sumay.
Di areal konsesi PT Alam Bukit Tigapuluh (PT ABT), tepatnya di kawasan Jembatan Teleng, Desa Pemayungan, sekitar 5 hektare lahan dilaporkan terbakar.
Enam personel Polri bersama empat personel PT ABT dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Api kemudian berhasil dipadamkan.
Kebakaran dengan luasan lebih besar terjadi di Desa Semambu, Kecamatan Sumay. Berdasarkan hasil pengecekan, lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 70 hektare.
Dua personel Polri bersama perangkat desa melakukan pengecekan dan penanganan di lokasi hingga api berhasil dipadamkan.
Dengan demikian, dari sejumlah lokasi yang ditangani tersebut, total luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 86 hektare.
Meski demikian, seluruh titik api yang dilaporkan telah berhasil dipadamkan. Petugas juga terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api atau potensi kebakaran meluas.
Kapolda Perintahkan Respons Cepat
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menegaskan, jajaran kepolisian terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi karhutla.
Menurutnya, setiap informasi mengenai kebakaran hutan dan lahan harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan dan penanganan di lapangan.
"Kapolda Jambi menegaskan kepada seluruh jajaran agar setiap informasi mengenai kebakaran hutan dan lahan segera ditindaklanjuti. Kecepatan dalam melakukan pengecekan, pemadaman, serta pemantauan pascapemadaman sangat penting untuk mencegah api kembali muncul dan meluas ke wilayah lainnya," katanya.
Ia menambahkan, penanganan karhutla di Kabupaten Tebo menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor.
Polri, TNI, pemerintah desa, tim kehutanan, Damkar, pihak perusahaan, dan masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam mencegah serta menangani kebakaran sejak dini.
"Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi seluruh unsur di lapangan menjadi kunci agar api dapat segera dikendalikan. Kami mengapresiasi personel dan seluruh pihak yang telah bergerak bersama dalam melakukan pemadaman di sejumlah lokasi,” jelasnya.
Polda Jambi kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.
Erlan mengatakan, api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas apabila kondisi lahan kering dan angin cukup kuat.
"Kami kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Sekecil apa pun sumber api, apabila tidak segera ditangani dapat berkembang dan menimbulkan kebakaran yang lebih luas," tegasnya.
Ia mengajak masyarakat ikut berperan aktif mencegah karhutla dengan menjaga lingkungan dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.
"Karena itu, kami mengajak masyarakat bersama-sama mencegah karhutla dan segera melaporkan apabila menemukan titik api," pungkasnya.(min)

Social Header