MAKALAMNEWS.ID – Upaya aksi tawuran yang diduga akan dilakukan sekelompok remaja anggota geng motor KKS (Kita-Kita Saja) berhasil digagalkan jajaran Polsek Jelutung.
Sebanyak tujuh remaja yang masih berstatus pelajar diamankan bersama dua senjata tajam modifikasi setelah lebih dulu dihentikan warga di kawasan Bundaran Tugu Keris, Kota Jambi.
Kapolsek Jelutung AKP Moh. Choiril Umam mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Saat itu, warga mencurigai gerak-gerik sekelompok remaja yang melintas di kawasan Bundaran Tugu Keris.
Merasa ada yang tidak beres, warga kemudian menghentikan para remaja tersebut sebelum akhirnya menyerahkan mereka kepada personel Polsek Jelutung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Dari hasil pemeriksaan, ketujuh remaja mengakui hendak melakukan tawuran dengan kelompok lain di kawasan Tugu Gajah, Simpang Pulai. Namun, aksi tersebut berhasil digagalkan karena mereka lebih dahulu diamankan warga dan diserahkan ke Polsek Jelutung," ujarnya di Mapolsek Jelutung, Senin (3/8/2026).
Selain mengamankan tujuh pelajar tersebut, polisi juga menemukan dua senjata tajam jenis egrek yang telah dimodifikasi dan diduga akan digunakan dalam aksi tawuran.
Barang bukti yang diamankan berupa satu bilah egrek bergagang besi berwarna oranye serta satu bilah egrek modifikasi berbahan plat taso dengan gagang kayu. Masing-masing memiliki panjang sekitar satu meter.
Sementara itu, ketujuh remaja yang diamankan masing-masing berinisial F.N. (16), E.S. (15), A.S.P. (15), R.R.S. (16), G.A.P. (16), F.H.H. (16), dan S.D.P. (15). Seluruhnya diketahui masih berstatus sebagai pelajar.
AKP Choiril Umam menjelaskan, karena seluruh remaja tersebut masih di bawah umur dan aksi tawuran belum sempat terjadi, Polsek Jelutung memilih mengedepankan langkah pembinaan dibanding proses hukum.
Pihak kepolisian memanggil orang tua masing-masing pelajar, pihak sekolah, serta tokoh masyarakat untuk memberikan pembinaan sekaligus membuat surat pernyataan agar para remaja tidak mengulangi perbuatannya.
"Kami mengingatkan para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya. Jangan sampai terlibat dalam geng motor maupun aksi tawuran yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga," tegas Kapolsek.
Kapolsek Jelutung menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan patroli rutin serta langkah-langkah preventif untuk mencegah aktivitas geng motor dan aksi tawuran di wilayah hukumnya.
Menurutnya, sinergi antara kepolisian, orang tua, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah kenakalan remaja yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).(min)

Social Header