MAKALAMNEWS.ID - Satu warung papan di Jalan Surya Dharma, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, ternyata menjadi lokasi pencurian minyak milik Pertamina.
Lokasi warung tersebut tepat di samping Puskesmas Paal X.
Pelaku nekat beraksi, walaupun okasi tempatnya mencuri minyak merupakan jalan raya (as) yang ramai lalu lalang kendaraan.
Warung sebelumnya kosong selama sekitar dua hingga tiga bulan.
Pelaku diduga menyewa sebuah kios selama tiga hari untuk menutupi aktivitas pembobolan pipa yang berada di bawah bangunan tersebut.
Saat kios dibongkar paksa oleh petugas, polisi menemukan lubang yang diduga digunakan untuk membobol pipa minyak, beserta sejumlah peralatan.
Polisi saat ini tengah memburu para pelaku pencurian minyak dengan cara illegal tapping pada pipa milik Pertamina yang berada di kawasan Jalan Lintas Sumatera.
"Aksi pencurian dengan mengebor pipa minyak tersebut diduga sudah berlangsung berulang kali dan berpotensi menimbulkan bahaya besar, seperti kebakaran dan pencemaran lingkungan," kata Kapolsek Kota Baru Kompol Helrawaty Siregar, kepada wartatan, Senin (3/8/2026).
Pihak Pertamina Jambi sudah turun ke lapangan dan melakukan olah TKP.
Saat ini tim sedang memburu para pelaku illegal tapping pipa Pertamina di jalur Lintas Sumatera.
Lokasi pipa Pertamina yang dibobol pencuri di Kenali Asam Bawah, Kota Jambi.(min)Diduga pelaku telah membuat titik pengeboran pada pipa untuk kemudian menyedot minyak dan menampungnya ke dalam tangki. Minyak hasil curian itu kemudian dijual ke penadah.
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat dan pihak Pertamina yang diterima Polsek Kota Baru.
Dalam laporan itu disebutkan adanya tumpahan minyak di saluran got yang mengarah pada dugaan aksi pencurian minyak di pipa Pertamina dengan metode tapping.
Berdasarkan keterangan warga, pelaku diketahui menyewa sebuah kios di pinggir Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Jalan Surya Darma, Kelurahan Kenali Asam, Kecamatan Kota Baru, untuk menjalankan aksinya.
Kapolsek mengatakan karena belum ada laporan resmi dari pihak Pertamina maka polisi belum bisa memgejar pelaku yang identitasmya sudah diletahui.
Kemudian dari polihak Pertamina juga dengan cepat melakukan upaya penutupan pada pipa minyak yang dibobol guna mencegah kebocoran lebih luas.
"Hingga saat ini belum ada laporan resmi dari Pertamina Jambi ke kepolisian. Namun, kita sudah mengantongi identitas para pelaku dan masih melakukan pengejaran," kata Kompol Helrawaty Siregar,
Pihak kepolisian bersama Pertamina juga telah melakukan perbaikan pada pipa yang rusak serta meningkatkan pengamanan di titik-titik rawan.
"Kami imbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar pipa migas. Perbuatan ini tidak hanya merugikan negara, tapi juga sangat berbahaya," ujarnya.
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan pelaku dan penadah hasil illegal tapping tersebut.
Sementara, Kurniawan Triyo Widodo Field Manager PEP Jambi kepada wartawan menjelaskan, pihaknya menerima informasi mengenai adanya aliran minyak pada saluran drainase di kawasan Jalan Surya Darma Km 9, Desa Kenali Asam, Kota Jambi.
Setelah menerima laporan tersebut, perusahaan segera mengerahkan tim teknis ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.
Berdasarkan hasil identifikasi awal, ditemukan adanya kebocoran pada salah satu titik pipa trunkline yang menyalurkan produksi dari MGS KAS menuju MOS Tempino, tepatnya di kawasan sekitar Puskesmas Pal 10, Kota Jambi.
Berdasarkan temuan awal di lapangan, terdapat dugaan indikasi tindakan pihak tak dikenal menyebabkan kerusakan pada pipa minyak tersebut.
Dugaan tersebut saat ini masih dalam proses investigasi lebih lanjut oleh perusahaan bersama instansi terkait untuk memastikan penyebab dari kebocoran ini.(min)


Social Header