Berita Terkini

FGD Bersama Polri, FKPT Jambi Ungkap Strategi Tangkal Radikalisme dan Intoleransi

Sekretaris FKPT Jambi ikut memberi materi pada FGD yang digelar Polda Jambi.(min)

MAKALAMNEWS.ID - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jambi turut memperkuat upaya pencegahan radikalisme dan intoleransi melalui Focus Group Discussion (FGD) Penanggulangan dan Pencegahan Radikalisme serta Intoleransi Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan yang digelar Biro Jianstra SSDM Polri tersebut berlangsung di Aula Gedung Siginjai Polda Jambi, Kamis (13/8/2026).

Sekretaris FKPT Provinsi Jambi, Fiet Haryadi, hadir sebagai salah satu narasumber. 

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan paparan mengenai strategi pencegahan radikalisme, intoleransi, dan terorisme di Provinsi Jambi.

FGD tersebut dihadiri Karo SDM Polda Jambi, Katim Anev Biro Jianstra SSDM Polri beserta tim, Kabidpropam Polda Jambi, Kasatgaswil Jambi Densus 88/AT Polri, Kabagwatpers Biro SDM Polda Jambi, Kasubdit V Ditintelkam Polda Jambi, Ketua FKUB Provinsi Jambi, Ketua FKPT Provinsi Jambi, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi, serta sejumlah pejabat dan personel Polda Jambi.

Forum tersebut membahas berbagai langkah strategis dalam penanggulangan dan pencegahan radikalisme serta intoleransi. 

Selain itu, FGD menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi terkait dalam menjaga keamanan serta kerukunan masyarakat.

Dalam paparannya, Sekretaris FKPT Provinsi Jambi menekankan, pencegahan radikalisme dan intoleransi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. 

Keterlibatan seluruh elemen masyarakat dinilai penting untuk membangun ketahanan masyarakat terhadap penyebaran paham radikal dan intoleran.

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan wawasan kebangsaan, toleransi antarumat beragama, literasi digital, serta pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai kebersamaan.

"Kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam membangun daya tangkal terhadap berbagai paham yang dapat mengancam persatuan dan kerukunan," menjadi salah satu penekanan dalam pembahasan FGD.

Selain pemaparan narasumber, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab, diskusi kelompok, serta analisis dan evaluasi terhadap PNPP yang bermasalah di lingkungan Polda Jambi.

Program Keluarga Asuh Mendapat Apresiasi

Salah satu hal yang mendapat perhatian dan apresiasi dalam FGD tersebut adalah pelaksanaan program Keluarga Asuh bagi PNPP Polda Jambi dan jajaran.

Tim supervisi dari Biro Jianstra SSDM Polri menilai program tersebut memiliki nilai positif dalam mendukung pembinaan dan penguatan lingkungan internal.

Bahkan, program Keluarga Asuh tersebut akan direkomendasikan kepada pimpinan agar dapat dikembangkan dan diterapkan di Polda lainnya.

Melalui FGD ini, sinergi antara FKPT, Polri, pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen masyarakat diharapkan semakin kuat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif sekaligus memperkuat daya tangkal masyarakat Jambi terhadap radikalisme, intoleransi, dan terorisme.

Dengan penguatan kolaborasi, edukasi, wawasan kebangsaan, serta literasi digital, upaya pencegahan diharapkan dapat dilakukan sejak dini dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.(min)

© Copyright 2022 - MakalamNews Berita Untuk Anda