MAKALAMNEWS.ID - Munculnya fenomena pasir timbul di sepanjang aliran Sungai Batanghari yang belakangan dimanfaatkan masyarakat sebagai objek wisata musiman mendapat perhatian serius dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jambi.
Basarnas Jambi mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap kawasan pasir timbul sebagai lokasi yang aman untuk bermain air.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya insiden kondisi membahayakan manusia (KMM) di kawasan perairan yang bahkan telah memakan korban jiwa.
Basarnas menegaskan, fenomena pasir timbul dapat memberikan kesan bahwa kondisi perairan di sekitarnya dangkal dan aman. Padahal, karakteristik Sungai Batanghari memiliki kedalaman yang tidak merata.
Selain itu, terdapat kontur dasar sungai yang mudah tergerus dan membentuk palung atau cekungan dalam. Arus bawah sungai juga dapat bergerak deras dan menyeret seseorang secara tiba-tiba.
"Jangan terkecoh dengan kondisi pasir timbul yang terlihat dangkal. Karakteristik dasar Sungai Batanghari dapat berubah dan terdapat arus bawah yang berbahaya,” demikian imbauan Basarnas Jambi kepada masyarakat.
Wajib Gunakan Life Jacket
Basarnas juga mengingatkan masyarakat yang melakukan aktivitas di sekitar perairan untuk mengutamakan keselamatan dengan menggunakan jaket pelampung (life jacket).
Penggunaan life jacket dinilai penting bagi masyarakat yang menyeberang menggunakan perahu atau ketek maupun mereka yang bermain di sekitar kawasan pasir timbul.
Masyarakat juga diminta tidak berspekulasi dengan kemampuan berenang, terutama ketika berada di area sungai terbuka yang memiliki arus dan kedalaman tidak terduga.
Anak-anak Harus Diawasi Ketat
Perhatian khusus juga diberikan kepada keselamatan anak-anak dan lansia. Orang tua diminta melakukan pengawasan melekat ketika anak bermain di sekitar sungai.
Basarnas mengingatkan agar anak-anak tidak dibiarkan berenang atau bermain air tanpa pendampingan orang dewasa.
Penggunaan pelampung juga sangat dianjurkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan.
Basarnas Jambi turut mengimbau pengelola wisata lokal maupun kelompok masyarakat yang memanfaatkan kawasan pasir timbul untuk menyediakan peralatan pertolongan darurat.
Peralatan dasar yang disarankan antara lain ban pelampung (ring buoy), tali lempar (throw bag) serta petugas yang melakukan pengawasan di sekitar lokasi.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat pertolongan apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat di perairan.
Basarnas Jambi mengingatkan masyarakat agar segera melapor apabila melihat atau mengalami kecelakaan maupun kondisi yang membahayakan manusia di wilayah perairan.
Masyarakat dapat menghubungi Emergency Call Center Basarnas di 115 (bebas pulsa) atau meminta bantuan melalui instansi terkait maupun perangkat desa setempat.
Basarnas berharap masyarakat tetap dapat menikmati fenomena pasir timbul di Sungai Batanghari, namun dengan mengutamakan keselamatan dan tidak mengabaikan potensi bahaya yang terdapat di kawasan perairan.(min)

Social Header