MAKALAMNEWS.ID- Kecelakaan tunggal menimpa sebuah mobil travel rute Padang–Jambi di Desa Benteng Rendah, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Senin (27/7/2026) pagi.
Kendaraan yang membawa tiga orang tersebut hilang kendali sebelum terjun ke aliran Sungai Batanghari.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Berdasarkan informasi awal, kecelakaan diduga dipicu sopir yang mengalami kelelahan sehingga kehilangan kendali saat mengemudikan kendaraan.
Mobil travel tersebut ditumpangi dua penumpang dan seorang sopir. Dalam insiden ini, dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara seorang penumpang perempuan terjebak di dalam mobil yang tenggelam dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Komandan Tim Rescue Kantor SAR Jambi Riswan menjelaskan, usai menerima laporan kejadian, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi.
Kantor SAR Jambi mengerahkan enam personel Search and Rescue Unit (SRU) untuk melakukan operasi pencarian dan penyelaman di sekitar lokasi mobil yang tenggelam.
Proses evakuasi berlangsung cukup menantang karena kendaraan berada di dasar sungai.
Tim SAR melakukan penyelaman sekaligus proses pengangkatan mobil dari dalam Sungai Batanghari.
Setelah mobil berhasil dievakuasi, petugas akhirnya menemukan korban yang sempat terjebak di dalam kendaraan.
Korban diketahui bernama Evi (50) yang ditemukan sekitar 10 meter dari titik awal mobil jatuh ke sungai dalam kondisi meninggal dunia.
Selanjutnya, jasad korban langsung dievakuasi menuju rumah duka.
Sementara itu, dua korban lainnya berhasil selamat dari kecelakaan tersebut. Mereka masing-masing diketahui bernama Danil (48) dan Egi (47).
Keduanya berhasil keluar dari kendaraan ketika mobil mulai tenggelam ke dalam Sungai Batanghari sehingga dapat menyelamatkan diri.
Menurutnya, 0perasi pencarian dan evakuasi melibatkan berbagai unsur gabungan, terdiri dari, 6 personel Kantor SAR Jambi, 6 personel BPBD Batanghari, 3 personel Damkar Mersam, 3 personel Polsek Mersam, 3 personel Koramil Mersam dan dibantu masyarakat setempat.
"Dalam proses evakuasi, tim menggunakan berbagai peralatan, mulai dari water rescue, perlengkapan selam, hingga peralatan medis guna memastikan operasi berjalan aman dan efektif," katanya.
Riswan menjelaskan, setelah seluruh korban berhasil ditemukan, Tim SAR Gabungan menggelar briefing penutupan operasi pada pukul 15.00 WIB.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup. Seluruh personel dari berbagai instansi yang terlibat kemudian kembali ke kesatuan masing-masing.(min)

Social Header