Berita Terkini

Iwan Hermawan Bekali Pelatih Jambi Strategi Daya Tahan dan Sistem Energi Atlet Menuju PON 2028

Dr Iwan Hermawan saat memberikan pelatihan kepada pelatih cabang olahraga di Jambi.(ist) 


MAKALAMNEWS.ID - Dr Iwan Hermawan berikan pelatihan kepada para pelatih cabang olahraga (cabor) di Jambi terkait teknik daya tahan dan sistem energi bagi para atlet agar bisa tampil maksimal meraih prestasi, Kamis (9/6/2026).

Pelatihan diberikan Iwan Hermawan pada acara penataran pelatih dan asisten pelatih yang diikuti 54 cabang olahraga yang digelar KONI Provinsi Jambi.

Pada pemaparannya Iwan mengatakan, untuk mencapai prestasi maksimal para pelatih perlu memberikan berbagai teknik kepada atletnya berupa program kontinum energi yang bisa menghasilkan kemampuan menghasilkan kerja maksimal dan kemampuan mempertahankan daya tahan atlet.

Untuk mendapatkan daya tahan atlet tersebut juga diperlukan tiga pilar sistem energi pertama meningkatlan fosfagen atau anaerobic alactic, kedua glikolitik (anaerobic lactic) dan terakhir oksidatif (aerobic).

Kemudian lagi ada juga program kalibrasi diagnostik dalam mengukur maksimal aerobic speed melalui tahapan atlet berlari sejauh mungkin secara konsisten dalam waktu lima menit atau 300 detik.

Iwan juga menjelaskan, dalam meraih latihan aerobik diperlukan enam zona latihan yakni zona 1-3 dilakukan berkelanjutan dengan jarak jauh dalam durasi 20 menit.

Zona empat menggunakan kecepatan dengan ambang batas sebelum akumulasi laktat mendominasi dan zona 5 memaksimalkan aerobik berupa latihan lapangan dan zona 6 supra msksimal mendorong mesin aerobik.

Kemudian lagi ada metodelogi aerobik melalui kapasitas dsn volume, interval intensitas tinggi, paradigma anaerobik melalui daya tahan ledak tanpa oksigen.

"Latihan anaerobik bisa memicu adapatasi neurologis dan otot tanpa bergantung pada pasokan oksigen, sehingga mengjasilkan power atau kekuatan masif namun mrngakibatkan akumulasi kelelahan yang ekstrim," kata Iwan.

Iwan juga menjelaskan aplikasi spesifik untuk cabang olahraga bisa dibagi dalam beberapa kelompok yakni endurance atau daya tahan untuk cabor atletik dan renang sedangkan untuk kekuatan atau power diantaranya ada cabor angkat besi dan lari sprint 100 meter.

Untuk cabor mengandalkan kekuatan atau power dan intermittent diantarmya sepakbola, basket dan beladiri. Sedangkan cabor konsentrasi dan presisi diantaranya panahan, menembak dan esport.

"Hal hal diatas yang perlu diperhatikan para pelatih di Jambi agar atletnya bisa berprestasi di PON 2028," kata Dr Iwan yang juga dosen di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).(min)

© Copyright 2022 - MakalamNews Berita Untuk Anda