KOTA Jambi memiliki potensi wisata air yang sangat besar, namun hingga hari ini pengembangan Hotel Tepian Ratu sebagai simpul utama ekowisata Danau Sipin belum juga memasuki tahapan pelelangan atau pemilihan mitra investasi secara nyata.
Padahal, Hotel Tepian Ratu bukan sekadar bangunan hotel. Aset milik Pemerintah Provinsi Jambi ini memiliki posisi strategis untuk menjadi anchor development atau penggerak utama kawasan wisata Danau Sipin.
Dengan kapasitas hotel eksisting 58 kamar, fasilitas convention center, serta kedekatan dengan kawasan Danau Sipin, aset ini seharusnya dapat dikembangkan menjadi destinasi terpadu: hotel, pusat MICE, dermaga wisata, restoran terapung, ruang terbuka hijau, arena budaya Melayu, kawasan UMKM, hingga jalur wisata air menuju Pulau Pandan.
Gagasan besarnya adalah menghadirkan wajah baru Danau Sipin sebagai destinasi wisata kelas kota, bahkan kelas Sumatra.
Konsepnya bukan hanya membangun hotel yang lebih baik, tetapi menghidupkan seluruh ekosistem ekonomi di sekelilingnya.
Hotel Tepian Ratu harus menjadi pintu masuk wisatawan untuk menikmati Danau Sipin, menyaksikan sunset, menikmati kuliner Melayu Jambi, menaiki perahu wisata, membeli batik dan kerajinan lokal, serta mengikuti pertunjukan seni budaya.
Konsep pengembangan yang telah disiapkan membagi kawasan ke dalam lima zona utama, yakni hotel dan convention center, dermaga wisata, restoran terapung, ruang terbuka hijau dan pusat budaya, serta koridor wisata menuju Pulau Pandan.
Kawasan ini dirancang dengan identitas arsitektur Melayu Jambi, mengedepankan rumah panggung, atap limas, ukiran khas daerah, ruang publik terbuka, dan desain waterfront yang ramah lingkungan.
Namun, mimpi besar tersebut tidak boleh berhenti pada konsep, gambar, dan wacana.
Yang dibutuhkan sekarang adalah keputusan nyata dari pemerintah daerah: kapan studi kelayakan diselesaikan, kapan Detail Engineering Design disiapkan, bagaimana model kerja sama investasi dilakukan, dan kapan proses tender atau seleksi mitra pengelola dilaksanakan secara terbuka.
Keterlambatan proses pelelangan berpotensi membuat aset daerah semakin kehilangan momentum.
Sementara daerah lain terus membangun destinasi wisata unggulan, Jambi tidak boleh hanya menjadi penonton.
Danau Sipin memiliki keunikan sebagai danau kota yang dekat dengan pusat pemerintahan, pusat pendidikan, dan aktivitas masyarakat.
Potensi ini harus dijadikan kekuatan ekonomi baru, bukan dibiarkan berjalan tanpa arah dan tanpa integrasi.
Pengembangan Hotel Tepian Ratu dan Danau Sipin juga harus disertai pembenahan lingkungan.
Kualitas air, eceng gondok, sedimentasi, kebersihan kawasan, penataan keramba, serta keamanan wisata air harus menjadi bagian dari pekerjaan awal.
Pariwisata tidak akan tumbuh baik bila danaunya kotor, aksesnya terbatas, dan fasilitas publiknya tidak terawat.
Karena itu, pola pengembangannya perlu menggunakan skema yang realistis dan transparan.
Pemerintah dapat memulai dengan menyiapkan studi kelayakan, DED, legalitas aset, kepastian tata ruang, serta skema kerja sama pemanfaatan aset atau BOT dengan investor yang memiliki pengalaman mengelola hotel dan kawasan waterfront.
Seleksi mitra harus terbuka, profesional, dan memastikan manfaatnya kembali kepada masyarakat Jambi.
Masyarakat sekitar juga harus menjadi bagian dari pembangunan.
Warga tidak boleh hanya menjadi penonton ketika kawasan wisata tumbuh. UMKM kuliner, batik Jambi, kerajinan, perahu wisata, homestay, pemandu wisata, hingga kelompok seni budaya harus memperoleh ruang dan kepastian manfaat ekonomi.
Targetnya bukan hanya membangun tempat yang indah untuk berfoto.
Targetnya adalah menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kunjungan wisatawan, menaikkan omzet UMKM, menghidupkan budaya Melayu Jambi, serta mengoptimalkan aset daerah agar tidak menjadi beban.
Hotel Tepian Ratu dan Danau Sipin harus menjadi simbol bahwa Jambi mampu membangun destinasi wisata yang modern, berbudaya, hijau, dan produktif.
Kini pertanyaannya sederhana: kapan proses pelelangan atau seleksi mitra investasi itu dimulai?
Jangan sampai mimpi besar masyarakat Jambi tentang Danau Sipin hanya berhenti menjadi gambar konsep, sementara potensi ekonomi yang besar terus tertunda.
Tentang Penulis:
H Ivan Wirata Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi

Social Header