Berita Terkini

DPRD Jambi Apresiasi Operasi Hujan Buatan, Ivan Wirata: Langkah Cepat Cegah Karhutla Sebelum Kemarau Puncak

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata.(ist) 

MAKALAMNEWS.ID – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata menyampaikan apresiasi atas langkah cepat pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta TNI Angkatan Udara dalam melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Jambi.

Menurut Ivan, keputusan menjadikan Bandara Sultan Thaha Jambi sebagai pusat pelaksanaan operasi hujan buatan merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum musim kemarau mencapai puncaknya.

"DPRD Provinsi Jambi memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BNPB, BMKG, dan TNI Angkatan Udara yang telah bergerak cepat merespons status siaga darurat karhutla di Jambi. Langkah memusatkan Operasi Modifikasi Cuaca di Bandara Sultan Thaha merupakan intervensi yang sangat tepat waktu sebelum kemarau mencapai puncaknya,” ujar Ivan Wirata.

Ia menilai, fokus operasi yang diarahkan untuk meningkatkan curah hujan dan membasahi kawasan gambut di sejumlah daerah rawan karhutla merupakan langkah pencegahan yang sangat penting. 

Wilayah seperti Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, dan Muaro Jambi menjadi daerah yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena memiliki hamparan lahan gambut yang cukup luas.

Menurutnya, pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa kebakaran di lahan gambut jauh lebih sulit ditangani ketika kondisi lahan sudah kering dan api mulai menyebar. 

Selain membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pemadaman, biaya penanganannya juga jauh lebih besar.

"Kita tahu jika gambut sudah telanjur kering dan terbakar, pemadamannya akan jauh lebih sulit dan membutuhkan sumber daya yang besar. Karena itu, langkah pencegahan melalui operasi hujan buatan ini merupakan investasi keselamatan bagi masyarakat Jambi," katanya.

Sebagai unsur pimpinan legislatif, Ivan menegaskan DPRD Provinsi Jambi siap memberikan dukungan penuh terhadap upaya penanggulangan karhutla yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jambi. 

Dukungan tersebut tidak hanya dalam bentuk regulasi, tetapi juga dari sisi penganggaran melalui APBD.

Ia memastikan bahwa anggaran penanganan darurat bencana yang tersedia di daerah dapat disinergikan dengan berbagai bantuan yang diberikan pemerintah pusat, termasuk dukungan helikopter water bombing maupun operasi pemadaman darat.

"Kami berkomitmen mendukung penuh Pemerintah Provinsi Jambi dalam penanganan karhutla, baik melalui kebijakan anggaran maupun regulasi yang dibutuhkan. Kesiapan pendanaan daerah harus berjalan seiring dengan dukungan operasional yang disiapkan pemerintah pusat," tegasnya.

Meski mendukung penuh pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca, Ivan mengingatkan bahwa hujan buatan bukan satu-satunya solusi dalam menghadapi ancaman karhutla.

Menurutnya, keberhasilan pencegahan kebakaran tetap sangat bergantung pada pengawasan di lapangan serta kedisiplinan seluruh pihak dalam menjaga lingkungan selama musim kemarau berlangsung.

Ia meminta Satgas Karhutla, aparat penegak hukum, serta instansi terkait untuk memperketat pengawasan di wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran.

"Operasi hujan buatan hanya menjadi benteng awal. Yang paling penting adalah pengawasan di lapangan dan penegakan hukum yang tegas. Tidak boleh ada ruang bagi oknum, baik perorangan maupun korporasi, yang sengaja membuka lahan dengan cara membakar," ujarnya.

Selain pemerintah dan aparat, Ivan juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan karhutla. 

Ia meminta para camat, lurah, kepala desa, hingga kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) kembali meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau 2026.

Menurutnya, pencegahan kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama karena dampaknya sangat luas, mulai dari gangguan kesehatan akibat kabut asap hingga kerugian ekonomi yang dirasakan masyarakat.

"Kita tidak ingin bencana kabut asap kembali terjadi di Jambi. Dampaknya sangat besar, terutama terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan anak-anak, hingga roda perekonomian daerah. Karena itu seluruh elemen masyarakat harus ikut berperan aktif menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran lahan," pungkasnya.(min)

© Copyright 2022 - MakalamNews Berita Untuk Anda