Hesnidar Haris mengatakan, Gerakan Jambi Bersholawat dapat menjadi agenda tetap tahunan dan bulanan yang masuk kalau bisa masuk wisata religi Jambi.
Selain menjaga tradisi Islam Nusantara, kegiatan ini juga ditargetkan memperkuat posisi Jambi sebagai daerah yang ramah, toleran, dan religius.
Pada kesempatan tersebut hadir Sekda Batang Hari Mula P Rambe, Asisten II Setda Batang Hari, Ketua TP PKK Batang Hari Zulva Fadhil dan anggota PKK Batang Hari serta undangan lainnya.
Hesnidar Haris bilang, kegiatan ini bertujuan menyelaraskan program provinsi dengan pelaksanaan di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan sesuai ketentuan administrasi.
Selain itu, Gerakan Jambi Bersholawat ini juga menjadi Komitmen TP PKK Provinsi Jambi dalam memperkuat nilai religius daerah.
Menurutnya, komitmen tersebut sejalan dengan peran strategis TP PKK sebagai mitra pemerintah dalam pembinaan mental spiritual dan penguatan karakter keluarga.
"Gerakan Jambi Bersholawat digulirkan sebagai wadah untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan, kepedulian, dan nilai gotong royong yang berlandaskan nilai keagamaan," katanya.
Menurutnya, peran tim penggerak sebagai fasilitator yang menghubungkan pelaksanaan program antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.
Hesnidar Haris mengingatkan pentingnya tata kelola administrasi berjenjang agar kegiatan tidak melompat langsung ke pusat dan agar penyaluran bantuan serta komunikasi program dapat berlangsung tertib.
"Saya sangat apresiasi kepada peserta yang hadir, mengingat jumlah undangan yang tidak seluruhnya dapat hadir akibat cuaca dan keterbatasan waktu," ujarnya.
Hesnidar juga menekankan pentingnya estafet informasi agar pesan program sampai ke masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
"Melalui kegiatan ini, kami mengajak masyarakat yang ada di Kabupaten Batang Hari untuk bersama-sama bersholawat serta terus belajar dan menggali ilmu. Sosialisasi ini telah kami lakukan ke kabupaten lain dan kota di Provinsi Jambi. Ini akan terus berlanjut sepanjang bulan ini," tegasnya.
Hesnidar Haris menjelaskan, supervisi ini juga bertujuan untuk membina sekaligus evaluasi program kerja yang telah dilaksanakan oleh PKK Desa.
Sekaligus untuk melihat kemajuan desa setelah dibina serentak dalam rangka mengetahui apa saja manfaat yang dirasakan oleh keluarga dan masyarakat baik bagi desa binaan maupun desa lainnya.
"Kegiatan ini turut diisi oleh Perwakilan Kementerian Agama dan penyuluh agama yang menerima bantuan buku panduan sholawat sebanyak 15 eksamplar per penyuluh. Donasi tambahan berupa 3.000 buku diserahkan oleh dermawan, sementara dukungan anggaran lain disiapkan untuk pelatihan guru PAI jenjang SLTA," ujarnya.
"Rencana pelatihan TOT bagi sekitar 300–380 guru akan diselenggarakan pada Juli atau September, dengan dukungan dana dari Pemerintah Provinsi melalui Biro Kesra serta kontribusi tim penggerak PKK untuk memenuhi kuota peserta," sambungnya.
"Jambi terus meneguhkan identitasnya sebagai daerah yang religius melalui keberlanjutan Gerakan Jambi Bersholawat. Program yang sudah berjalan rutin ini dipastikan akan tetap dilaksanakan ke depan sebagai wadah memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat ukhuwah masyarakat," katanya.
Menutup sambutannya dan arahannya, Hesnidar Haris berharap agar Gerakan Jambi Bersholawat menjadi sarana pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga, baik secara lahiriah maupun bathiniah, serta mengajak seluruh pihak untuk menegakkan etika administratif dan berkolaborasi demi keberlanjutan program di Kabupaten Batang Hari.
Sementara itu, Sekda Batang Hari Mula P Rambe mewakili bupati mengatakan, Pemerintah Kabupaten Batang Hari menyambut baik kunjungan Ketua TP PKK Provinsi Jambi dalam melakukan Supervisi dan Evaluasi serta Sosialisasi Gerakan Jambi Bersholawat.
"Saya mengajak semua peserta diharapkan mengikuti kegiatan ini dengan baik dan dapat diterapkan di rumah dan tempat kita kerja masing-masing, ini merupakan yang sangat baik," katanya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Batang Hari Zulva Fadhil menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Gerakan Jambi Bersholawat yang dinilai luar biasa dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkuat nilai spiritual masyarakat.
Zulva menegaskan, bersholawat merupakan ritual yang memang harus menjadi bagian hidup. Tidak hanya Sholawat Jibril dan Sholawat Ibrahim yang sudah dikenal luas, Sholawat Busyro juga memiliki manfaat besar.
“Sebagai Bunda Literasi, saya wajib cari tahu. Ternyata manfaat Sholawat Busyro bagus sekali. Di tengah kondisi pemulihan ekonomi seperti sekarang, kita harus banyak-banyak membacanya,” katanya.
Zulva Fadhil juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah maraknya judi online. Menurutnya, gerakan spiritual seperti ‘Gerakan Jambi Bersholawat” dapat menjadi benteng moral yang dimulai dari rumah.
Pada kesempatan ini Hesnidar Haris juga menyerahkan buku petunjuk belajar 30 menit bisa membaca Alquran kepada Ketua TP-PKK Batang Hari. (*)

Social Header