MAKALAMNEWS.ID - Misteri hilangnya seorang warga Suku Anak Dalam (SAD) bernama Nyantang alias Yatang yang sebelumnya dikaitkan dengan peristiwa bentrok dengan petugas keamanan perusahaan akhirnya terjawab.
Berdasarkan informasi kepolisian, Yatang ditemukan pada Rabu sekitar pukul 11.30 WIB di wilayah Desa Pelakar, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin.
Ia ditemukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Sarolangun, Polsek Sarolangun, dan Polsek Air Hitam.
Saat ditemukan, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh Yatang.
Kondisi tersebut sekaligus membantah berbagai spekulasi yang sempat berkembang di tengah masyarakat.
Dari hasil penelusuran, keberadaan Yatang di wilayah tersebut diduga berkaitan dengan tradisi “melangun”, yakni kebiasaan masyarakat SAD yang dilakukan ketika seseorang tengah berduka atas meninggalnya anggota keluarga.
"Informasi dari komunitasnya menyebutkan bahwa yang bersangkutan sedang menjalani tradisi melangun setelah istrinya meninggal dunia," jelas Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji, Rabu (15/4/2026).
Menurut keterangan, sekitar lima bulan lalu istri Yatang meninggal dunia.
Dalam tradisi tersebut, seseorang biasanya meninggalkan tempat tinggalnya untuk sementara waktu sebagai bagian dari proses berduka.
Sebelumnya, beredar berbagai informasi di media yang menyebutkan bahwa Yatang menjadi korban kekerasan dalam insiden bentrokan antara warga SAD dan petugas keamanan PT Sari Aditya Loka (SAL) di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun.
Namun, kepolisian menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
"Kabar yang menyebutkan bahwa yang bersangkutan sempat dipukuli tidak benar. Saat ditemukan, kondisinya sehat dan tidak ada luka," kata Erlan.
Kombes Erlan memastikan, Yatang telah ditemukan dalam kondisi selamat dan sehat oleh tim gabungan kepolisian.
Selain itu, kepolisian juga menduga pergerakan Yatang ke wilayah Merangin turut dipengaruhi situasi pasca bentrokan yang terjadi sebelumnya, sehingga yang bersangkutan memilih menjauh sekaligus menjalani tradisi tersebut.
Pihak kepolisian juga memastikan situasi di wilayah Sarolangun, khususnya di sekitar lokasi konflik sebelumnya, saat ini dalam kondisi aman dan kondusif.
Aparat terus melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat dan komunitas SAD guna menjaga stabilitas serta mencegah potensi konflik lanjutan.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi serta mengedepankan komunikasi dalam menyikapi setiap persoalan.(*)

Social Header