Berita Terkini

Operasi Senyap Polda Jambi Berhasil, Kapolda Ungkap Kronologi Alung Ramadhan Kabur dan Ditangkap Bersama 5 Orang

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar saat menggelar jumpa pers ditangkapnya Alung Ramadhan.(min)

MAKALAMNEWS.ID - Polda Jambi menggelar konferensi pers terkait keberhasilan pengungkapan dan penangkapan Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus peredaran gelap narkotika, Kamis (16/4/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung di Lobby Utama Gedung Mapolda Jambi tersebut dipimpin Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar, didampingi Wakapolda Brigjen Benny Ali serta Kabid Humas Kombes Erlan Munaji, Dir Resnarkoba Kombes Dewa Made Palguna, Kabid Propam Kombes Darno 

Kapolda Jambi menyampaikan, penangkapan ini merupakan hasil kerja cepat Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Jambi yang menindaklanjuti informasi masyarakat terkait keberadaan pelaku yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang.

Menurutnya, pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang kami diterima pada tanggal 11 April 2026 mengenai keberadaan salah seorang DPO kasus peredaran gelap narkotika atas nama M. Alung Ramadhan di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

Setelah dilakukan penyelidikan dan pemantauan intensif, tim akhirnya mendapatkan informasi lanjutan bahwa pelaku bergerak menuju wilayah Tungkal Ilir. 

Petugas kemudian mengikuti kendaraan yang digunakan pelaku.

"Pada Kamis (16/04/2026) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB, tim berhasil melakukan penyergapan di Jalan Prof dr Sri Dewi, Kelurahan Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal Ilir. Dalam kendaraan tersebut diamankan enam orang, termasuk Alung DPO yang selama ini kami buru," ujarnya.

Setelah berhasil diamankan, dilakukan interogasi kepada pelaku. 

Dari hasil keterangan pelaku disampaikannya bahwa pelaku memang memanfaatkan kelalaian petugas pada hari tersebut. 

Alung diperiksa sendirian oleh seorang penyidik yang berada diruangannya, sehingga Alung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melarikan diri.

"Kami sudah interogasi dia, dia mengatakan bahwa benar memanfaatkan kelalaian petugas. Dia melarikan diri dengan kondisi tangannya diborgol dan melewati jendela diruangan tersebut kemudian melepaskan borgol plastik yang cukup kuat tersebut," ujarnya.  

"Setelah berhasil turun pelaku berlari dan sempat bersembunyi di masjid dan samping bangunan, dia mengetahui bahwa semua petugas mencarinya sehingga dia terus berjalan kaki hingga ke wilayah aurduri. Selanjutnya dia melarikan diri menuju daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat karena memiliki kerabat disana," sambung Kapolda Jambi.

Disampaikan Kapolda Jambi bahwa tim sebelumnya terus melakukan pengembangan, mengejar pelaku sampai ke Jogja karena ada jaringan TPPU nya, tim juga meminta bantuan kepada Mabes Polri dan berkoordinasi bersama pihak imigrasi jika ada melewati perbatasan.

"Syukur alhamdulillah tersangka berhasil diamankan bersama 5 orang lainnya, yakni RD (41), B (47), MFM (17), RM (38), dan A (51)," katanya.

Selain mengamankan  pelaku, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, diantaranya satu unit kendaraan roda empat, alat hisap elektrik, uang tunai, serta berbagai barang pribadi lainnya yang diduga berkaitan dengan aktivitas pelaku.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji menambahkan, keberhasilan ini merupakan bukti komitmen Polda Jambi dalam memberantas peredaran narkotika.

"Bapak Kapolda Jambi menegaskan bahwa Polda Jambi tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi pelaku peredaran gelap narkotika. Penangkapan DPO ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam menindak tegas jaringan narkotika yang merusak generasi bangsa," katanya.

Kapolda, kata Erlan, juga mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam memerangi narkotika. Informasi sekecil apapun sangat berarti dalam upaya penegakan hukum dan menjaga keamanan di wilayah Jambi," pungkasnya.(min)

© Copyright 2022 - MakalamNews Berita Untuk Anda