MAKALAMNEWS.ID - Wakil Menteri Pertanian Dr Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA menghadiri gerakan tanam padi serentak di Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Selasa (21/4/2026).
Sudaryono didampingi Gubernur Jambi Al Haris dan Bupati Batang Hari Mhd Fadhil Arief dan Wakil Bupati Bakhtiar.
Gerakan tanam padi ini bertujuan mendorong peningkatan produksi padi melalui berbagai program strategis, salah satunya melalui Cetak Sawah Rakyat (CSR).
Program ini diarahkan untuk menambah luas baku sawah sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan potensial agar dapat mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Pengolahan lahan pada program CSR dilakukan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat (TR4) yang dilengkapi bajak singkal dan rotavator.
Bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian tersebut dimanfaatkan oleh Brigade Pangan untuk mempercepat proses olah tanah sehingga pelaksanaan tanam dapat dilakukan tepat waktu
Diharapkan gerakan tanam serentak di lahan CSR ini dapat berjalan optimal serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Batanghari dan Provinsi Jambi.
Bupati Batang Hari Mhd Fadhil Arief bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.(min)Mhd Fadhil Arief dalam laporannya menjelaskan, luasan sawah di Batang Hari saat ini mencapai 8.252 hektare, dengan realisasi tanam pada tahun sebelumnya baru mencapai 7.250 hektare.
Tahun ini, pihaknya akan menggenjot percepatan tanam guna menutup selisih konsumsi beras yang masih mengalami defisit sekitar 11.000 ton.
Fadhil Arief juga bilang, di Batang Hari peningkatan produksi beras hingga 6.500 ton.
Menurutnya, alokasi program cetak sawah rakyat seluas 603,5 hektare pada tahun sebelumnya, saat ini baru terealisasi tanam seluas 387 hektare.
Selain itu, upaya percepatan tanam di luar luasan sawah 8.252 hektare juga terus dilakukan, yang saat ini baru mencapai sekitar 3.000 hektare.
Fadhil Arief juga mengusulkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi potensi kekeringan.
Seperti, penggunaan pompa air tenaga surya sebagai alternatif dari pompa berbahan bakar diesel yang dinilai semakin mahal.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Batang Hari juga meminta tindak lanjut terkait kondisi lahan sawah yang masih banyak ditumbuhi semak belukar dan membutuhkan dukungan sistem irigasi.
Ini penting karena kondisi geografis Batang Hari yang sering mengalami genangan air saat hujan turun selama beberapa hari berturut-turut, sehingga menghambat pemanfaatan lahan pertanian, terutama pada area yang berada di sekitar aliran sungai.
Wakil Menteri Pertanian bilang, program cetak sawah tidak hanya berfokus pada pembukaan lahan, tetapi harus memastikan lahan tersebut ditanami, menghasilkan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Menurutnya, pemerintah pusat akan berupaya menindaklanjuti berbagai kebutuhan yang telah disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Batang Hari.
"Tujuan utama dari cetak sawah adalah meningkatkan produksi pangan nasional serta mensejahterakan petani. Apa yang menjadi harapan daerah akan kita upayakan untuk direalisasikan," ujarnya.
Tak hanya di Jambi, gerakan ini juga dilakukan secara serentak di 16 provinsi di Indonesia melalui sambungan daring.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat tanam padi di lahan baru hasil cetak sawah rakyat.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan pentingnya memanfaatkan kondisi cuaca yang masih mendukung.
"Segera seluruh daerah untuk segera menanam agar produksi meningkat. Ini momen yang tepat, mumpung masih ada hujan, kita percepat tanam. Kalau tanam lebih cepat, panen juga lebih cepat. Semakin banyak yang ditanam, semakin besar hasil panen kita," ujarnya.
Menurutnya, program cetak sawah rakyat memanfaatkan lahan-lahan yang sebelumnya tidak produktif, terutama di wilayah rawa yang memiliki sumber air melimpah.
Sebab, ketersediaan air menjadi faktor utama keberhasilan pertanian.
Sudaryono juga mengingatkan bahwa tahun ini diprediksi akan terjadi kemarau panjang akibat fenomena El Nino.
Ia meminta semua pihak bergerak cepat memanfaatkan sisa musim hujan.
"Benih bisa kita bantu, pupuk bisa kita sediakan. Tapi air dan hujan tidak bisa kita datangkan. Jadi manfaatkan waktu yang ada untuk segera tanam," ujanya lagi.
Sudaryono juga membuka ruang bagi petani dan pemerintah daerah untuk menyampaikan kebutuhan di lapangan, mulai dari benih hingga alat mesin pertanian (alsintan).
"Pemerintah siap membantu agar proses tanam berjalan optimal," katanya.(min)


Social Header