MAKALAMNEWS.ID – Ratusan petugas kebersihan Kota Jambi menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Tugu Keris Siginjai, Senin (5/1/2025) pagi.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk tuntutan kenaikan gaji yang dinilai belum layak dan jauh dari standar Upah Minimum Provinsi (UMP).
Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dan mendapat pengawalan aparat keamanan.
"Kami menuntut kenaikan gaji, kalau bisa setara UMP," ujar seorang petugas kebersihan di sela-sela aksi.
Menurutnya, upah yang diterima saat ini masih jauh tertinggal dibandingkan pekerja sektor lain.
Ia mencontohkan, pekerja bangunan bisa memperoleh upah hingga Rp150 ribu per hari, sementara kenek bangunan paling tidak Rp100 ribu per hari.
Menanggapi aksi tersebut, Wali Kota Jambi dr Maulana turun langsung menemui para pendemo dan mendengarkan aspirasi mereka.
Ia menegaskan bahwa tuntutan para petugas sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Jambi ke depan.
"Tuntutannya baik dan memang sesuai dengan rencana kami," katanya.
Menurut Maulana, Pemkot Jambi tengah menyiapkan perubahan sistem pengelolaan sampah, termasuk mengganti armada lama dengan kendaraan listrik.
Sistem operasional nantinya akan berbasis jarak tempuh kilometer dan dilengkapi teknologi GPS.
"Nanti, ke depan mobilnya pakai kendaraan listrik dan dilengkapi GPS. Posisi armada terpantau. Diharapkan dengan sistem ini, tidak ada lagi anggaran untuk BBM dan perawatan kendaraan," katanya.
Maulana menambahkan, anggaran yang selama ini terserap untuk bahan bakar dan perawatan armada akan dialihkan untuk meningkatkan gaji serta kesejahteraan petugas kebersihan.
Selain itu, Pemerintah Kota Jambi juga telah menganggarkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para petugas.
Pada kesempatan tersebut, Maulana juga menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah.
"Kami juga mendengar aspirasi mereka. Masyarakat kita masih belum disiplin. Lahan sudah dibersihkan, tapi tak lama kemudian sampah kembali menumpuk," ujarnya.
Terkait tuntutan kenaikan gaji, Maulana memastikan akan dilakukan perhitungan dan penyesuaian anggaran.
"Kenaikan gaji ini akan kita hitung. Bisa menggunakan anggaran dari pos lain, termasuk Belanja Tidak Terduga (BTT)," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi Mahruzar bilang,mengungkapkan saat ini jumlah petugas kebersihan di Kota Jambi mencapai sekitar 1.100 orang.
Ia merinci upah harian saat ini, yakni sopir sebesar Rp85.750 per hari, kru Rp65.750 per hari, dan petugas kebersihan atau penyapu Rp65.250 per hari.
Ratusan petugas kebersihan berharap janji pemerintah dapat segera direalisasikan demi meningkatkan kesejahteraan dan motivasi kerja mereka ke depan.(*)

Social Header