Berita Terkini

Korban MD Akibat Kebakaran Hebat Dekat MAN Model Kota Jambi yang Ludeskan Enam Kios Dimakamkan Malam Ini

Kebakaran hebat dekat MAN Model menghanguskan enam kios.(min)

MAKALAMNEWS.ID – Mas Slamet pedagang nasi goreng Cokro korban dari kebakaran hebat dekat MAN Model (MTSn 2) Kota Jambi, tepatnya di Jalan H Adam Malik, RT 37, Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Rabu (21/1/2026) siang, langsung dimakamkan di kampung orangtuanya di Lampung Tengah, Bandar Jaya Barat.

Korban disalatkan di masjid terdekat tidak jauh dari lokasi kebakaran sekitar pukul 21.00 WIB, dan langsung diberangkatkan menggunakan jenazah malam ini juga. 

Diketahui, peristiwa tragis ini menghanguskan enam kios dan menyebabkan satu orang warga meninggal dunia.

Satu pemilik kios menjelaskan, korban meninggal dunia adalah pemilik usaha nasi goreng.

"Awalnya korban sudah keluar dari kiosnya. Tapi tiba-tiba masuk lagi karena ingin menolong anaknya yang masih di dalam rumah. Namun, ia terjebak dalam rumah," ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi Mustari Affandi menjelaskan, laporan kebakaran diterima pihaknya pada pukul 14.42 WIB. 

Petugas langsung bergerak cepat dan tiba di lokasi sekitar 14.57 WIB.

"Respon time kami sekitar 11 menit dari Mako Damkartan. Begitu laporan masuk, personel langsung meluncur ke lokasi," katanya ditemui di lokasi kejadian.

Dari kejadian tersebut, enam kios yang terbakar diketahui terdiri dari tiga kios pakaian, satu kios toko kelontong, satu kios nasi uduk, dan satu kios nasi goreng. 

Akibat kejadian tersebut, enam kepala keluarga dengan total 20 jiwa terdampak.

Warga memadati lokasi kebakaran yang terjadi di kawasan Beringin, Thehok, Kota Jambi.(min)


Untuk memadamkan api, Damkartan Kota Jambi mengerahkan 120 personel gabungan, terdiri dari Pleton III Mako, seluruh Posyankar Kota Jambi, serta personel latihan gabungan dari Kabupaten Muaro Jambi.

Sebanyak 13 unit armada turut diterjunkan, meliputi satu armada komando, 10 armada tempur, dan dua armada suplai air.

"Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung kurang lebih satu jam 30 menit, dengan penggunaan air sekitar 64 ribu liter," kata Mustari.

Mustari bilang, petugas sempat menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama kemacetan lalu lintas dan banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi kebakaran. 

Meski demikian, proses pemadaman berjalan aman dan terkendali.

Terkait korban jiwa, Mustari menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan adanya seorang warga yang terjebak di dalam bangunan saat api masih berkobar.

"Petugas kami langsung mengenakan baju tahan api untuk melakukan evakuasi. Korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam posisi tertelungkup di depan pintu kamar mandi," katanya lagi.

Korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans PSC 119 dan dibawa ke RS Bhayangkara Jambi setelah Damkartan berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Jambi Selatan.

Berdasarkan dugaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran dan ledakan tabung gas. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

"Untuk penyebab pastinya masih didalami oleh aparat kepolisian. Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan memastikan instalasi gas dalam kondisi aman," pungkasnya.(min)

© Copyright 2022 - MakalamNews