MAKALAMNEWS.ID - Polres Metro Jakarta Pusat berhasil membongkar jaringan penyelundupan narkotika jenis sabu yang akan diedarkan menjelang perayaan malam Tahun Baru di Jakarta.
Sabu seberat total 100 kilogram yang disiapkan untuk diedarkan pada momentum pergantian tahun berhasil diamankan.
Selain barang bukti sabu, polisi juga menangkap dua orang.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Brigjen Pol Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, pengungkapan ini berkaitan langsung dengan rencana distribusi narkoba saat malam Tahun Baru.
"Sabu-sabu yang rencananya akan diedarkan untuk perayaan malam tahun baru," kata Susatyo di kawasan Monas, Rabu (31/12/2025).
Ia menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang diterima polisi pada 24 Desember 2025.
Saat itu, aparat mendapat laporan mengenai sebuah kendaraan towing yang membawa lima unit mobil, dengan salah satunya diduga menyimpan narkotika.
Hasil penelusuran tersebut, polisi menangkap MJ (29) di Kota Bekasi sekitar pukul 13.00 WIB.
Aparat juga mengamankan 50 bungkus plastik kemasan warna emas bergambar durian dengan berat bruto 53,185 kilogram, dua unit telepon seluler, serta satu unit mobil Mitsubishi Expander.
Dari pengakuan MJ, ia mengungkap adanya kendaraan towing lain yang juga membawa sabu-sabu.
Dua hari berselang, tepatnya 26 Desember 2025 sekitar pukul 11.45 WIB, polisi kembali bergerak. Tersangka IS (41) ditangkap di Bubulo Gising Indonesia, Jalan Penogoro, Setia Mekar, Tambun, Bekasi, Jawa Barat.
Dari tangan IS, polisi menyita 49 bungkus plastik warna hitam bergambar durian dengan berat bruto 50,006 kilogram serta satu unit mobil Pajero.
Dengan dua penangkapan tersebut, total barang bukti sabu yang diamankan mendekati 100 kilogram.
Ditambahkan Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Wisnu S Kuncoro, jaringan ini menggunakan kendaraan towing sebagai sarana penyelundupan dari Sumatera menuju Jabodetabek.
Dalam dua pekan terakhir, kendaraan towing terpantau kerap digunakan sebagai modus pengiriman narkoba dengan rute darat dari Sumatera ke Jakarta.
Narkotika disembunyikan di berbagai bagian bodi kendaraan, mulai dari bagian belakang, tengah, hingga bagian atas towing. "Modus ini memang baru," katanya.
Hasil penyelidikan, metode tersebut diperkirakan telah digunakan sekitar satu bulan.
Di mana, satu titik tujuan pengiriman telah teridentifikasi, yakni Kampung Bahari, Jakarta Utara, sementara lokasi tujuan lainnya masih didalami.
"Pelaku pemain baru, salah satunya berasal dari Aceh melalui jalur Medan-Aceh," katanya.
MJ dan IS diketahui berperan sebagai kurir. Mereka menjalankan perintah dari seseorang berinisial RSL yang hingga kini masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Berdasarkan penyidikan, 99 paket sabu dengan total berat sekitar 100 kilogram itu disiapkan untuk diedarkan di wilayah Jabodetabek, termasuk di Kampung Bahari.
Hingga kini, polisi masih memburu RSL serta mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan lain.

Social Header