Berita Terkini

FKPT Jambi Dorong Dai Tingkatkan Kesadaran Masyarakat terhadap Bahaya Radikalisme dan Terorisme

Sekretaris FKPT Jambi Fiet Haryadi menjadi pembicara dalam penguatan majelis dai kebangsaan.(min)

MAKALAMNEWS.ID - Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi melalui Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf mengadakan penguatan majelis dai kebangsaan Provinsi Jambi 2025, dengan tema bersama meningkatkan wawasan moderat dalam beragama dan bermazhab, di Grand Hotel, Senin (24/11/2025).

Pembicara dalam kegiatan ini Wakil Rektor II UIN STS Jambi Dr Fahmi Sy, Sekretaris Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jambi Fiet Haryadi M.Kom menjadi satu pembicara dalam kegiatan tersebut mewakili Ketua FKPT Jambi Dr Abd Rahman, SAg, M.Pd.I.

Selain itu hadir juga perwakilan, perwakilan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Densus 88 AT Polri Jambi, AKP Helmi Muhtarom (Kasubnit Opsnal).

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Mahbub dalam sambutannya mengingatkan kepada peserta untuk memperkuat dakwah yang sejuk dan membentengi dari dakwah-dakwah yang tidak bermanfaaat dan melindungi umat dari paham radikalisme.

Narasumber Fahmi Sy dalam materinya mengkaji feedback dalam dakwah yangbmerupakan proses penting.

Sementara, Fiet Haryadi dalam paparan menjelaskan secara singkat lahirnya FKPT di Provinsi Jambi yakni pada 2017 lalu. 

Saat ini, sudah empat orang yang menjadi Ketua FKPT Jambi, yakni alm Kombes (Purn) Lukman Djufri, Prof Ahmad Syukri, alm Prof Asad Isma dan yang menjabat sekarang adalah Dr Abd Rahman, SAg, M.Pd.I.

Menurutnya, banyak sudah kegiatan yang dilakukan FKPT Jambi terkait pencegahan paham radikalisme dan terorisme.

Fiet Haryadi juga menjelaskan beberapa strategi pencegahan, beberapa diantara meningkatkan kesadaran dan pemahaman, mengenali tanda-tanda radikalisme dan terorisme.

"Memahami dampak negatif radikalisme dan terorisme, membangun komunfikasi yang efektif dengan berbagai pihak dan banyak lainnya," ujarnya.

Fiet juga bilang, BNPT menyerukan untuk berkolaborasi dengan banyak pihak di daerah termasuk dai, untuk menyampaikan pesan ke masyarakat.

"Dai bisa meningkatkan daya tangkal pada masyarakat terutama dai dalam rangka mencegah paham radikalisme dan terorisme," ujarnya.

Sedangkan AKP Helmi Muhtarom membawakan materi dengan judul guna mencegah masuk dan berkembangnya paham intoleran, radikalisme, ekstrimisme dan terorisme dalam rangka zero attack dan zero radikalisme 2025.

Menurutnya, saat ini 29 eks napiter yang tersebar dibeberapa kabupaten kota.

"Kami tetap melakukan pemantauan dengan peran serta pihak terkait, sampai dengan tingkat pemerintahan di RT. Peran serta keterlibatan semua pihak itu sangat penting," ujarnya.

"Kami juga melakukan deradikalisasi orang-orang yang terpapar," sambungnya.

Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi ke pelajar, yayasan pondok pesantren terakhir di Kemenag Tanjab Timur itu merupakan upaya pencegahan dalam rangka cegah pantau.

"Kami perlu peran serta, masukan, informasi secara langsung terkait paham radikalisme, terorisme dam intoleran walau sekecil apapun. Karena jika ini besar bisa menjadi ancaman," ujarnya.

Langkah lencegahan, deteksi dini, partisipasi dan sinergisme pemerintah daerah, TNI Polri, penyuluh agama.(min)

© Copyright 2022 - MakalamNews