MAKALAMNEWS.ID - Di tengah upaya peningkatan kualitas pelayanan publik, birokrasi Kota Jambi di bawah kepemimpinan Wali Kota Maulana semakin menuai kritik.
Senin (2/5/2025) Maulana melantik puluhan pejabatnya.
Namun, pelantikan tersebut banyak pihak menilai menunjukkan kurang profesionalisme Maulana dalam pengelolaan pemerintahan.
Sebab, ada bebeapa pejabat yang dilantik akan memasukai masa pensiun.
Kritikan tersebut dikatakan Dr Dedek Kusnadi, S. Sos, M.Si, MM, seorang pengamat politik dari UIN STS Jambi.
Gubernur Al Haris Harap APDESI jadi Ujung Tombak Pembangunan Desa di Jambi
Menurut Dedek, contoh yang mencolok adalah pelantikan Ahmad Sarnubi, SP dan Ir. Dade Marini, yang dijadwalkan pensiun pada 12 Juni dan 10 Juli 2025.
Diketahui, Dede Marini dilantik sebagai Kabid Pembudayaan Gemar Membaca Promosi Pelestarian Koleksi Nasional Naskah Kuno Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Jambi.
Sedangkan Ahmad Sarnubi dilantik sebagai Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Kota Jambi.
"Apo gawe melantik orang yang sudah mau pensiun? Di mana efektivitas kerja wali kota? Jika tak percaya, cek saja nama Ahmad Sarnubi dan Ir Dade Marini, tanggal pensiunnya kapan," katanya lewat rilis yang dikirim ke media ini.
Dedek menilai, tindakan tersebut mencerminkan ketidakpahaman Wali Kota Maulana terhadap pentingnya penempatan pejabat yang kompeten dan berkomitmen untuk menjalankan tugas hingga akhir masa jabatan.
"Entahlah jika wali kota pandir senang seremonial pelantikan seakan berkuasa akan nasib pegawai kota. Jika itu tujuannya, saya angkat tangan," ujarnya.
Kritik ini mencuat di tengah harapan masyarakat akan reformasi birokrasi yang lebih baik.
Banyak yang berharap agar Wali Kota Maulana dapat lebih selektif dalam memilih pejabat yang akan dilantik, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan efektivitas pemerintahan kota.
Dengan situasi ini, masyarakat menantikan langkah-langkah konkret dari Wali Kota Maulana untuk memperbaiki kondisi birokrasi yang dinilai amburadul dan tidak profesional.(*)

Social Header