MAKALAMNEWS.ID - Pengamat Sosial dan Politik, Dr Dedek Kusnadi, S.Sos, M.Si, MM, menilai kinerja Wali Kota Jambi Maulana saat ini dinilai tidak memenuhi harapan masyarakat.
Menurutnya, terdapat sejumlah masalah mendasar yang belum ditangani dengan serius, seperti banjir, jalan berlubang, kemacetan, dan defisit anggaran daerah yang mencapai 50 milyar.
Dedek mengungkapkan, masalah banjir yang kerap melanda Kota Jambi menunjukkan kurangnya perhatian dan prioritas dari pemerintah kota.
"Banjir bukan hanya masalah musiman, tetapi mencerminkan ketidakmampuan dalam perencanaan dan pengelolaan infrastruktur yang baik. Masyarakat sudah cukup menderita akibat dampak banjir yang berkepanjangan," ujarnya lewat rilisnya, Jumat (25/4/2025).
Selain itu, kata akademisi ini, kondisi jalan yang berlubang di berbagai titik di Kota Jambi juga menjadi sorotan.
"Jalan yang tidak terawat dapat menyebabkan kecelakaan dan memperburuk kemacetan. Ini adalah masalah yang seharusnya menjadi prioritas utama, namun tampaknya diabaikan," tambahnya
Kemacetan yang semakin parah di pusat kota juga menjadi perhatian Dr Dedek.
Ia menilai, kurangnya solusi yang inovatif dan efektif dalam mengatasi masalah transportasi menunjukkan lemahnya kepemimpinan dalam merencanakan tata kota yang berkelanjutan.
Dedek jugamenyoroti defisit APBD yang mencapai Rp 50 Miliar sebagai indikasi buruknya pengelolaan keuangan daerah.
"Defisit ini menunjukkan bahwa ada masalah serius dalam perencanaan dan pengelolaan anggaran. Seharusnya, wali kota lebih fokus pada pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Dalam konteks pemilihan Ketua RT serentak yang saat ini menjadi isu hangat, Dr Dedek juga mengungkapkan keprihatinannya.
Ia menilai, pemilihan ini lebih berorientasi politik ketimbang pada peningkatan layanan publik.
"Ketua RT seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, bukan sekadar alat politik. Ini menunjukkan bahwa prioritas wali kota tidak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, tetapi lebih pada kepentingan politik semata," ungkapnya.
Dengan berbagai masalah yang ada, Dedek Kusnadi menekankan pentingnya evaluasi kinerja Walikota Jambi.
"Masyarakat berhak mendapatkan pemimpin yang mampu memberikan solusi nyata terhadap permasalahan yang ada. Kinerja yang di bawah ekspektasi ini harus menjadi bahan refleksi bagi Walikota untuk lebih fokus pada kepentingan publik," tutupnya.
Kritik ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi pemerintah kota Jambi untuk segera mengambil langkah-langkah strategis dalam mengatasi berbagai permasalahan yang ada demi kesejahteraan masyarakat.(*)

Social Header