MAKALAMNEWS.ID - Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi NasDem Dapil Jambi H Syarif Fasha mengusulkan PLN Jambi sudah layak menjadi PLN wilayah dan berdiri sendiri.
Hal itu dikatakan Syarif Fasha saat hadir di focus group discussion (FGD) Komisi XII bersama Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo dan jajarannya di gedung DPR RI, Rabu (12/2/2025).
Fasha memberi contoh, ada di Kecamatan Pengabuan dan Merlung jaringan listrik memakai tiang bambu.
Menurut Fasha ini jaringan seperti ini tidak aman.
"Nah, ini yang perlu kami sampaikan. Jangan sampai presiden tahu ternyata Indonesia masih ada yang belum merdeka," ujarnya.
"Ini diperkirakan satu kecamatan ada 143 rumah, dan ini banyak ada belasan kecamatan. Kami berjuang agar Provinsi Jambi ini (PLN) menjadi wilayah karena syaratnya sudah cukup. Jangan sampai kami menginduk ke Palembang, minta satu tiang ke Palembang. Bagaimana Jambi ini menjadi wilayah," ujarnya.
Menurut Wali Kota Jambi dua periode tersebut, ada banyak manfaat yang bisa didapat Jambi jika menjadi PLN wilayah dan berdiri sendiri.
Saat ini, secara administrasi PLN Jambi masih berinduk atau di bawah wilayah Palembang, hal ini tentu akan berdampak.
Menurutnya, Provinsi Jambi sudah memiliki 2 (dua) area yakni Area Kota jambi dan area Kabupaten Bungo, sehingga persyaratan untuk menjadikan PLN Jambi terpisah dari PLN Palembang dan memberikan dampak terhadap pelaku usaha daerah dalam pengadaan barang dan jasa.
Selama ini, katanya, seluruh kebutuhan material perluasan jaringan kelistrikan Jambi harus diajukan ke PLN Palembang.
"Jadi, saran saja, PLN Jambi harus menjadi wilayah tersendiri seperti halnya, Babel, Lampung, Pekan Baru dan Padang," pungkasnya.
Untuk diketahui, selama ini PLN Jambi bergabung dengan Sumatera Selatan dan Bengkulu (PLN UID S2JB).(*)
Social Header