Berita Terkini

Tantangan Pembangunan Jalan Nasional di Jambi, Dari Konflik Sosial hingga Solusi Penggunaan Teknologi Modern

Penanganan jalan nasional di Jambi sebelum dan sesudah dikerjakan

MAKALAMNEWS.ID - Saat ini, total panjang jalan nasional di Jambi  berdasarkan SK Jalan Nasional tahun 2022 sepanjang 1.318,90 km.

Pembangunan dan pengelolaan ribuan kilometer jalan nasional yang ada di Provinsi Jambi bukanlah mudah.

Menurut Kepala Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Jambi Ibnu Kurniawan, pembangunan jalan nasional di Jambi juga punya tantangan.

Seperti banjir, kondisi tanah gambut, atau medan perbukitan.

Dijelaskannya, di Provinsi Jambi terdapat beberapa tantangan geografis dan iklim yang terjadi di jaringan jalan nasional Provinsi Jambi. 

Pada daerah sisi timur Provinsi Jambi di mana banyak terdapat kondisi tanah gambut sehingga perlu adanya penanganan perkuatan dalam daya dukung tanah dasar pada jalan. 

Selain itu, daerah sisi barat provinsi Jambi berada dalam lokasi bentang Bukit Barisan Pulau Sumatera dimana perlu penyesuaian terhadap pemenuhan geometrik jalan agar memaksimalkan pemenuhan jalan yang berkeselamatan.

Bahkan, terdapat lereng jalan yang perlu adanya penanganan khusus sehingga terhindar terjadinya longsoran yang dapat menutup akses Jalan Nasional. 

Serta di beberapa daerah terdapat lokasi rawan banjir dan gerusan sungai yang dapat mengancam kestabilan jalan dan jembatan di Provinsi Jambi.

Pemeliharaan dan Perbaikan

Seluruh jalan nasional di Provinsi Jambi selalu dilakukan peningkatan dan pemeliharaan sesuai dengan kondisi jalan nasional dengan menggunakan prioritas pendanaan APBN dan mengupayakan pendanaan lain salah satunya seperti pendanaan dengan sumber SBSN dan Dana BUN. 

Pada 2025 dialokasikan anggaran pemeliharaan Jalan dan Jembatan Nasional Provinsi Jambi sebesar Rp 362,55 Miliar.

Penanganan jalan nasional di Jambi sebelum dan sesudah dikerjakan

Konflik Sosial dan Lingkungan:

Konflik sosial pada saat konstruksi jalan nasional di Provinsi Jambi telah dilakukan pendekatan dengan masyarakat sekitar dalam upaya menjelaskan tujuan dari pembangunan tersebut serta memberikan solusi bersama dalam upaya pemecahan konflik .

Dampak terhadap lingkungan dan hutan terlebih dahulu dilakukan Penyiapan dokumen lingkungan serta untuk pekerjaan di lokasi hutan BPJN Jambi memiliki perjanjian kerja sama dengan pihak terkait, sebagai contoh di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta

Dalam melakukan pembangunan dan pengelolaan jalan nasional, bukan hanya BPJN Jambi tapi ada juga peran pemerintah pusat, daerah, dan pihak swasta.

Ibnu Kurniawan menjelaskan, BPJN Jambi aktif berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait pengaturan lalu lintas seperti BPTD Provinsi Jambi, LLAJ, kepolisian, pemerintah daerah dan pihak swasta dalam hal pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional khususnya. 

"Pihak swasta juga terlibat dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional seperti berperan sebagai penyedia jasa dan pemasok material dan bahan konstruksi," ujarnya.

Pengerjaan jalan menggunakan pondasi kelas A


Menariknya, kata Ibnu, dalam pembangunan jalan nasional pihaknya menerapkan teknologi baru untuk meningkatkan kualitas jalan dan sistem transportasi.

Pada penerapan teknologi BPJN Jambi pernah menerapkan teknologi terbaru dalam upaya peningkatan kualitas konstruksi antara lain, penggunaan teknologi Building Information Modelling (BIM), penggunaan teknologi bahan seperti aspal karet dan asbuton.

Selain itu, menggunakan alat-alat survei terbaru untuk pengambilan data kondisi jaringan jalan.

Serta penerapan teknologi konstruksi seperti timbunan menggunakan geofoam, penggunaan beton mortar dan teknologi lainnya.(septriningsih)
© Copyright 2022 - MakalamNews