Berita Terkini

Rommy Beberkan Keunggulan Sandi, Gus Ipul, dan Dudung Sebagai Kandidat Ketua Umum PPP

Sandiaga Uno, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman


MAKALAMNEWS.ID - Bursa calon ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai menghangat.

Sejumlah nama sudah beredar yang dinilai pantas untuk menjadi ketua umum PPP.

Seperti mantan Menteri Pariwista dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. 

Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy, (Rommy) membeberkan sejumlah alasan mengapa nama tersebut bisa masuk ke dalam bursa calon ketua umum PPP. 

Untuk Sandiaga Uno, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut memang sudah menjadi bagian dari keluarga besar PPP. 

Apalagi, mantan Cawapres 2019 itu juga populer, mengingat nama dan wajahnya sudah pernah masuk ke surat suara. 

Alasan tersebut Rommy sampaikan dalam program Gaspol Kompas.com, seperti dikutip Minggu (29/12/2024). 

"Hanya memang Pak Sandi belum lama bergabung, satu setengah tahun, tapi eligible untuk menjadi ketua umum, boleh menjadi ketua umum. Nah, Pak Sandi ini paling familiar, saya katakan paling familiar. Kalau Gus Yasin itu keinginan yang paripurna, itu ingin kembali ke wajah santri. Kalau Pak Sandi ini karena tadi kebutuhan populisme," katanya. 

"Apa pun, Pak Sandi ini medsosnya total ada 15 juta followers-nya, terus dia sudah cukup lama beredar. Hanya sedikit orang Indonesia yang pernah tercantum di kartu suara, diantaranya Pak Sandi. Jadi sangat populer, gitu ya. Sebagai pengusaha juga cukup berhasil," katanya lagi.  

Soal kegagalan Sandiaga sebagai Ketua Bappilu PPP, Rommy menduga itu disebabkan karena dirinya tidak berada di posisi puncak, dalam hal ini ketum PPP. 

Ia menjelaskan, bisa saja seseorang yang hebat dalam partai malah tidak optimal kerjanya lantaran tidak menduduki kursi ketua umum. PPP gagal lolos ke DPR pada Pemilu 2024. 

Sandi merupakan sosok yang 'in charge' terkait pemenangan pemilu. 

Nama selanjutnya adalah Gus Ipul. Rommy menyebut Gus Ipul memiliki latar historis di PPP. 

Sebab, Gus Ipul merupakan cicit dari penemu lambang PPP. 

"Gus Ipul itu cicit Kiai Bisri Syansuri. Kiai Bisri Syansuri ini adalah yang melakukan istighoroh untuk pembuatan lambang PPP, yaitu Ka'bah, bukan hanya sekadar pendiri NU. Tetapi cicit penemu lambang PPP. Jadi ada sambungannya," Rommy menjelaskan. 

Bukan itu saja, Gus Ipul merupakan Sekjen PBNU, pernah menjadi Ketua GP Ansor, dan kini seorang Menteri Sosial. 

Kelebihan itu, kata Rommy, membuat Gus Ipul sangat klop dengan kader PPP yang mayoritas merupakan warga NU. 

"Karena apa pun dijudulinnya, PPP basis utamanya adalah Nahdliyin. Ketika hari ini kita bertemu dengan deklarator yang cicitnya hari ini muncul dan Beliau sebagai Menteri Sosial, akan ada multiplier effect yang kita harapkan itu terjadi dari network yang dimiliki Gus Ipul," ujarnya. 

Sementara itu, untuk Dudung, Rommy mengatakan, eks KSAD itu sudah bertemu dengan tokoh-tokoh PPP. 

Rommy bilang, Dudung sudah cukup bergerilya di PPP. 

"Bertemu dengan Ketua Majelis Kehormatan, sowan ke tempatnya Kiai Mustofa Aqil Siroj, Ketua Majelis Syariah. Artinya, Beliau sudah cukup bergerilya untuk menginginkan kembali ke basisnya. Karena Beliau ini konon, ya, konon adalah uriyahnya Sunan Gunung Jati. Yang begitu-begitu itu masih ada di PPP, itu masih ada. Sehingga Beliau didorong untuk maju memimpin partai ini," pungkasnya.(sumber: Kompas.com)

© Copyright 2022 - MakalamNews