MAKALAMNEWS.ID - Di Ditpolairud Polda Jambi, terdapat sosok inspiratif yang patut untuk dicontoh, bernama Bripka Abdullah.
Di luar tugas utamanya sebagai penegak hukum dan penjaga keamanan perairan, Bripka Abdullah memiliki panggilan lain yang sama pentingnya, membuka Rumah Quran untuk anak-anak kurang mampu di sekitar lingkungannya.
Siang itu, sekitar 15 anak-anak, laki-laki dan wanita sedang belajar membaca Alquran di satu ruangan rumah toko yang terletak di Jalan Sersan Anwar Bay, Bagan Pete Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.
Mereka tampak serius menyimak arahan dari gurunya. Yang menariknya, ada seorang laki-laki berpakaian dinas Polri dalam ruangan tersebut.
Ya, ia adalah Bripka Abdullah, pemilik Rumah Qur'an Al Barokah.
Rumah Quran Bripka Abdullah mulai berdiri pada 2019 lalu saat Covid-19 melanda.
Bripka Abdullah menceritakan, ketika Covid-19, semua anak-anak sekolah pada libur dan setiap hari mereka hanya bermain dan main handphone.
Bripka Abdullah tercetus dan berkordinasi bersama istri untuk mengumpulkan anak-anak untuk belajar Alquran.
Awalnya, 15 anak yang mau ikut belajar membaca Alquran, di satu ruang tamu rumahnya yang mungil.
Dengan modal semangat dan kesederhanaan, Bripka menyediakan tempat belajar bagi anak-anak yang ingin mengenal Alquran lebih dekat.
Bripka Abdullah saat mengajar anak membaca AlquranTanpa biaya sepeser pun, anak-anak dari berbagai latar belakang bisa belajar di sini.
"Kita membuat di rumah saya sendiri secara gratis dengan 3 orang penggajar. Yaitu saya, istri dan satu penjaga masjid,” ujarnya saat diwawancarai secara khusus.
Menurutnya, Rumah Qur'an Al Barokah didirikan dengan tujuan memberantas Buta Aksara Alquran bagi anak-anak.
Awalnya, hanya beberapa anak yang datang untuk belajar. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah muridnya semakin bertambah.
Mereka datang tidak hanya untuk belajar membaca Alquran, tetapi juga menghafal surat-surat pendek, memahami tajwid, serta mendalami nilai-nilai moral yang diajarkan dalam Islam.
Meski bukan seorang guru agama, Bripka Abdullah memiliki semangat belajar yang tinggi.
Ia melatih dirinya sendiri agar bisa menjadi pengajar yang baik.
Dalam setiap sesinya, Bripka Abdullah selalu menekankan pentingnya nilai-nilai kejujuran, kesabaran, dan rasa hormat, yang ia ajarkan melalui cerita-cerita inspiratif dari Alquran.
Anak-anak yang belajar membaca Alquran merupakan anak-anak sekitar rumah atau di lingkungan RT tempat tinggalnya.
Dari 2020 hingga 202, Bripka Abdullah tidak memungut biaya untuk anak-anak yang belajar.
Barulah pada 2023 sampai 2024 wali santri membayar uang SPP dengan seikhlasnya. Ada yang Rp 50 ribu, 75 ribu dan Rp 100 ribu.
Bripka Abdullah juga harus pintar mengatur waktunya, saat dinas ataupun sedang lepas dinas.
"Untuk pembagian waktu antara dinas sebagai anggota Polri dan mengajar di rumah Qur’an semasa Covid saya bergantian dengan istri. Jika saya piket dibantu penjaga mesjid,” ujarnya.
Sedangkan jika tidak piket, mereka bertiga mengajar dan kegiatannya dilaksanakan ba’da Salat Asar sampai jam 17.30 WIB. Sehingga bisa membagi waktu saat dinas dan tidak mengganggu waktu dinas.
"Alhamdulillah setelah berjalan selama 4 tahun. Untuk guru (pengajar) sudah berenam terdiri satu Ustadzah, empat Ustadz dan saya sendiri,” katanya.
Dapat Sambutan Positif
Rumah Quran yang dikelola Bripka Abdullah tidak hanya mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat, tetapi juga dari rekan-rekan seprofesinya di Polda Jambi.
“Saya sangat terinspirasi oleh dedikasi Bripka Abdullah. Ia adalah contoh nyata bahwa menjadi polisi tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tapi juga bisa memberikan kontribusi positif kepada masyarakat,” ujar satu rekannya.
Tantangan yang Dihadapi
Meski sudah berjalan cukup lama, Bripka Abdullah tidak memungkiri banyak tantangan yang dihadapi.
Mulai dari keterbatasan fasilitas hingga kurangnya tenaga pengajar. Serta waktu yang harus dibagi antara tugas dinas dan mengajar. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya.
Saat ini, ia berharap bisa membangun ruang belajar yang lebih layak dan menambah jumlah pengajar agar semakin banyak anak yang bisa mendapatkan manfaat dari Rumah Quran ini.
“Saya hanya berharap bisa terus konsisten menjalankan Rumah Quran ini, dan semoga anak-anak di sini bisa tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik dan cerdas,” kata Bripka Abdullah sembari senyum.
Bripka Abdullah“Saya percaya bahwa setiap kebaikan yang kita tanam akan membuahkan hasil. Saya ingin Rumah Quran ini bisa terus berjalan, bahkan kalau bisa lebih berkembang lagi,” katanya.
Kisah Bripka Abdullah adalah bukti nyata bahwa di tengah kesibukan sebagai aparat penegak hukum, ia masih bisa berbagi waktu dan tenaga untuk menciptakan perubahan positif di masyarakat.
Untuk diketahui, Bripka Abdullah merupakan pria kelahiran Pulau Raman, 03 Maret 1979 dan memulai karir di kepolisian pada 2000 kesatuan Ditpolairud.
Sudah mengabdi selama 24 tahun menjadi anggota Polri hingga saat ini.
Dengan ketulusan hati dan semangat berbagi, Bripka Abdullah telah menunjukkan bahwa setiap orang bisa menjadi cahaya bagi sekitarnya, tidak peduli seberapa sibuk atau terbatasnya sumber daya yang dimiliki.
Melalui Rumah Quran ini, Bripka Abdullah tidak hanya memberikan pendidikan agama, tetapi juga harapan dan inspirasi bagi banyak orang untuk terus berbagi kebaikan di tengah kesibukan masing-masing.
Positifnya, apa yang dilakukan Bripka Abdullah ini bahwa Polri terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan selalu hadir di tengah masyarakat.
Sebab, hasil survei Litbang Kompas periode Juni 2024 mencatat naiknya citra positif terhadap lembaga Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sebesar 1,5 persen. Yang mana, saat ini tercatat 73,1 persen tingkat kepercayaan masyarakat kepada Polri.(rahimin)



Social Header