MAKALAMNEWS.ID – Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Jambi mendatangi Polsek Jelutung untuk melakukan pendampingan tahap penyidikan terhadap anak yang ditahan, Rabu (16/10/2024) di Polsek Jelutung.
Anak-anak tersebut ditahan dengan perkara pencurian pasal 363 KUHP.
Peran Pembimbing Kemasyarakatan melakukan pendampingan terhadap anak berfungsi untuk mendampingi anak yang berhadapan dengan hukum dalam menghadapi permasalahan baik dalam tahap pra adjudikasi, adjudikasi hingga post adjudikasi.
Hal ini yang dilakukan Firman Riolinardi, Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Pertama Bapas Kelas I Jambi saat penyidikan Anak Berhadapan Hukum (ABH) yang bertempat di Polsek Jelutung.
PKselalu memberikan motivasi dan penguatan terhadap anak dan orang tua anak guna mengantisipasi tingkat stres terhadap kemungkinan yang dialami
“Orangtua harus tetap kuat agar anak tetap semangat menjalaninya. Gunakan waktu sekarang untuk bertemu dan menasehati anak agar kuat menjalani proses hukum ini," ujar Firman kepada orang tua pelaku anak.
Pembimbing Kemasyarakatan juga berharap keluarga pelaku anak untuk selalu mendampingi sang anak dalam setiap tahapan.
“Kehadiran orangtua sangat berarti dalam proses perkara putra anda. Kehadiran orang tua dalam mengikuti proses yang ada dapat menjadi bahan masukan bagi penyidik," katanya.
Dalam melakukan pendampingan anak, Pembimbing Kemasyarakatan harus memperhatikan asas-asas sebagaimana disebutkan di dalam ketentuan Pasal 2 dan penjelasan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, yaitu asas perlindungan, asas nondiskriminasi, asas keadilan, asas kepentingan untuk anak, asas penghargaan terhadap pendapat anak, asas pembinaan, asas pembimbingan, asas Kelangsungan Hidup dan Tumbuh Kembang Anak, asas proposional, asas perampasan kemerdekaan adalah upaya terakhir, dan asas penghindaran pembalasan.
Pendampingan mempunyai tujuan untuk memastikan anak mendapat perlakuan secara manusiawi dengan memperhatikan kebutuhan sesuai umurnya.
Selain itu, untuk memastikan pemenuhan hak-hak anak pada saat berproses dengan hukum, memberikan perlindungan, dan mencegah terjadinya pelanggaran terhadap hak Anak.
“Setelah proses pendampingan ini kami selanjutnya akan melakukan penelitian kemasyarakatan guna mencari tahu alasan dan penyebab anak tersebut melakukan tindak pidana dan rekomendasi yang akan kami berikan terkait penanganan anak tersebut,” pungkas Firman.(*)

Social Header