Berita Terkini

Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW di Era Digital, “Wabah Judi Online" (1)

Fahmi Rasid, Staf Pengajar Universitas Muhammadiyah  Jambi (UMJ)


Oleh: Fahmi Rasid

Staf Pengajar Universitas Muhammadiyah  Jambi (UMJ)

Doktor Manajemen Sumber Daya Manusia


BERAWAL dari kisah mendengarkan secara seksama hikmah Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, di Masjid Salamah Kota Jambi pada tanggal 16 September 2024, dengan Tema Peringatan “Meneladani Akhlak Rasulullah di Era Digital”, yang disampaikan oleh penceramah Ustadz Prof. Dr. H. Syopian Ramli,.M.Ag. 

Saya tertarik dan sangat tertarik dengan tema yang disampaikan, yang mana sepanjang ceramahnya Ustad tersebut mengupas, menyampaikan, membedah, dari semua sisi tentang “Wabah Judi Online”.

Untuk itu penulis mencoba mencari data, data ini real terjadi di salah satu Kabupaten di Provinsi Jambi, yang mana salah satu efek/akibat yang ditimbulkan dari bahayanya dari wabah judi online yaitu “perceraian”. 

Kasus perceraian yang disebabkan oleh judi online mengalami peningkatan signifikan pada 2023, dari data yang diperoleh di salah satu Pengadilan Agama pada satu Kabupaten di Provinsi Jambi mencatat ada 538 kasus perceraian, dengan mayoritas kasus ini diajukan oleh istri. 

Sebagian besar perceraian disebabkan oleh perselisihan yang berkepanjangan, terutama karena suami kecanduan judi online. 

Kecanduan ini sering kali menyebabkan suami lalai dalam memberikan nafkah kepada keluarga, yang berujung pada ketidakstabilan rumah tangga dan akhirnya terjadilah yang dinamakan “perceraian”.

Fenomena ini menunjukkan betapa besar dampak negatif daripada judi online terhadap kehidupan keluarga di Indonesia Umumnya dan Khususnya di Provinsi Jambi, Permainan judi online dapat menimbulkan berbagai efek buruk dan sangat buruk, baik bagi individu yang terlibat maupun masyarakat secara umum. 

Berikut ini dapat disampaikan  beberapa dampak negatif yang signifikan dari permainan judi online :

Kecanduan Judi; Satu efek paling merusak dari judi online adalah kecanduan. Karena akses yang mudah dan terus-menerus, pemain dapat terjerat dalam siklus taruhan yang berkelanjutan, yang bisa sulit untuk dihentikan. Kecanduan ini dikenal sebagai problem gambling, dan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari seseorang.

Kerugian Finansial; Kecanduan judi online sering kali menyebabkan kerugian finansial yang besar. Individu dapat kehilangan jumlah uang yang signifikan dalam waktu singkat, bahkan hingga menjual aset, berhutang, atau menggunakan uang pinjaman. Beberapa pemain bahkan kehilangan tabungan hidup mereka karena perjudian yang berkelanjutan.

Masalah Kesehatan Mental: Wabah Judi online dapat menyebabkan masalah kesehatan mental yang serius, seperti : a) Stres : Pemain yang mengalami kekalahan terus menerus sering kali merasa stres dan tertekan. b) Depresi dan kecemasan : Rasa bersalah atau malu karena kehilangan uang dapat menyebabkan depresi, bahkan meningkatkan risiko bunuh diri pada beberapa kasus. c) Kurang tidur : Karena sifat permainan yang terus-menerus tersedia, banyak pemain terjebak dalam perjudian larut malam, yang menyebabkan kurang tidur dan penurunan kualitas hidup.

Gangguan Hubungan Sosial; Orang yang kecanduan judi online sering kali mengalami konflik dengan keluarga dan teman. Mereka mungkin mengabaikan tanggung jawab keluarga, pekerjaan, atau pertemanan, karena fokusnya tertuju pada perjudian. Ini dapat menyebabkan rusaknya hubungan personal, dan isolasi sosial.

Dampak pada Produktivitas Kerja; Judi online juga berdampak negatif pada produktivitas di tempat kerja. Orang yang kecanduan judi sering kali kehilangan fokus dan menghabiskan waktu bekerja mereka untuk berjudi, yang dapat mengakibatkan penurunan kinerja atau bahkan kehilangan pekerjaan.

Kejahatan dan Pelanggaran Hukum; Dalam beberapa kasus, individu yang kecanduan judi mungkin beralih ke tindakan ilegal untuk mendapatkan uang guna mendukung kebiasaan berjudi mereka. Ini termasuk pencurian, penipuan, dan penggelapan dana. Perilaku ini tidak hanya merugikan individu tetapi juga komunitas di sekitarnya.

Penipuan dan Keamanan Data; Banyak situs judi online yang beroperasi tanpa lisensi yang sah, sehingga rawan terhadap penipuan. Pemain dapat menjadi korban pencurian identitas, pencurian informasi pribadi, atau penipuan yang melibatkan uang mereka. Keamanan data pemain juga sering kali tidak terlindungi dengan baik.

Ketergantungan pada Kredit; Banyak situs judi online yang memungkinkan pemain menggunakan kartu kredit atau pinjaman untuk berjudi. Hal ini dapat memperburuk kondisi keuangan seseorang, karena mereka dapat berjudi dengan uang yang tidak mereka miliki dan kemudian terjebak dalam lingkaran utang yang sulit dibayar.

Target pada Anak Muda; Judi online sering kali menyasar kelompok usia muda dengan cara yang tidak disadari. Beberapa game atau aplikasi menggabungkan elemen perjudian, seperti loot boxes atau taruhan dalam game, yang membuat anak muda terpapar dan terbiasa dengan mekanisme judi. Ini meningkatkan risiko kecanduan judi di kemudian hari.

Mengganggu Keseimbangan Hidup; Judi online dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam gaya hidup seseorang, seperti menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar, mengabaikan hobi, aktivitas fisik, atau interaksi sosial. Fokus berlebihan pada perjudian dapat mengganggu keseimbangan antara pekerjaan, kehidupan pribadi, dan kegiatan lain yang lebih positif.

Kerusakan Reputasi; Terlibat dalam judi, terutama dalam kasus kecanduan, dapat menimbulkan kerugian reputasi. Orang yang diketahui sering berjudi mungkin kehilangan kepercayaan dari rekan, teman, atau komunitasnya, dan ini dapat memengaruhi kehidupan sosial dan profesional mereka.

Permainan judi online membawa banyak risiko yang tidak hanya memengaruhi individu secara pribadi, tetapi juga bisa berdampak buruk pada keluarga, lingkungan sosial, dan masyarakat secara keseluruhan. 
Penting untuk mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti regulasi yang lebih ketat dan penyediaan layanan bantuan untuk mereka yang terjebak dalam masalah judi online.

Sebelum membahas terkait dengan Langkah-langkah pencegahan, alangkah lebih baiknya kita melihat kronologis dari Asal usul judi online yang berawal dari perkembangan internet pada era tahun 1990-an. 

Dengan semakin meluasnya akses internet dan kemajuan teknologi digital, kasino dan penyedia perjudian mulai melihat potensi platform online sebagai cara untuk menjangkau lebih banyak pemain di seluruh dunia dan juga di Negara kita Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ada beberapa catatan Sejarah terkait dengan point penting mengenai kronologis dari Asal usul judi online adalah sebagai berikut :

1994 - Pendirian Perusahaan Perangkat Lunak Kasino: Salah satu momen penting dalam sejarah judi online adalah saat Microgaming, perusahaan perangkat lunak yang berbasis di Isle of Man, didirikan pada tahun 1994. Microgaming kemudian merilis salah satu perangkat lunak kasino online pertama di dunia.

1994 - Undang-Undang Perdagangan dan Pemrosesan Bebas Antigua dan Barbuda : Pada tahun yang sama, negara Karibia Antigua dan Barbuda mengeluarkan undang-undang yang memungkinkan pemberian lisensi kepada perusahaan yang ingin mendirikan kasino online. Ini menjadi langkah penting bagi legalisasi dan regulasi perjudian online secara internasional.

1996 - Pembentukan Komisi Perjudian Kahnawake: Wilayah Kahnawake, Kanada, mendirikan komisi perjudian untuk mengatur operasi judi online. Kahnawake Gaming Commission menjadi salah satu badan yang memberikan lisensi kepada operator judi online.

Poker dan Taruhan Olahraga: Selain kasino online, poker online juga mendapatkan popularitas besar di akhir 1990-an dan awal 2000-an. Situs seperti Planet Poker menjadi pelopor dalam poker online, dan turnamen poker online mulai menarik pemain dalam jumlah besar. Taruhan olahraga online juga mulai berkembang di sekitar waktu ini, memungkinkan pemain bertaruh pada berbagai acara olahraga di seluruh dunia.

Pertumbuhan Eksponensial: Pada awal 2000-an, dengan meningkatnya akses internet broadband dan perangkat mobile, industri perjudian online mulai berkembang pesat. 

Situs judi online mulai menawarkan berbagai pilihan permainan seperti BLACKJACK, ROULETTE, dan SLOT, serta taruhan olahraga dan permainan poker yang semakin populer.

Kemudian, seiring dengan kemajuan zaman digitalisasi maka Judi online terus berkembang pesat selaras dengan kemajuan teknologi, termasuk penggunaan aplikasi mobile, live casino streaming, dan cryptocurrency untuk transaksi. 

Namun, legalitasnya bervariasi di berbagai negara, dengan beberapa negara melegalkan dan mengatur aktivitas tersebut, sementara yang lain melarangnya.

Seiring dengan kemajuan teknologi tersebut, ada banyak faktor yang mendukung dan memfasilitasi sehinnga meledaknya pengguna atau pemakai atau orang yang kecanduan Wabah judi online ini, salah satu contoh faktor yang mendukung dimaksud adalah :

Aksesibilitas yang Mudah; Judi online dapat diakses kapan saja dan di mana saja melalui smartphone, komputer, atau tablet. Ini membuatnya jauh lebih mudah dibandingkan kasino fisik, yang memerlukan kehadiran fisik. Selain itu, banyak situs judi menawarkan permainan gratis yang menggoda pengguna untuk mencoba dan kemudian terlibat dalam taruhan nyata.

Periklanan yang Gencar; Platform perjudian online sering kali menggunakan strategi pemasaran agresif seperti iklan media sosial, influencer, dan bonus pendaftaran besar. Hal ini mendorong lebih banyak orang untuk mencoba berjudi online, bahkan jika mereka sebelumnya tidak tertarik pada perjudian.

Perkembangan Teknologi; Teknologi seperti kasino live, augmented reality (AR), dan virtual reality (VR) semakin meningkatkan pengalaman berjudi, membuatnya terasa lebih realistis dan mendebarkan. Teknologi ini menarik lebih banyak pemain untuk terus terlibat.

Masalah Kecanduan; Judi online dapat menyebabkan kecanduan lebih cepat dibandingkan judi tradisional. Tanpa batasan fisik dan sosial, serta kemudahan akses melalui internet, banyak orang yang lebih rentan terjerat kecanduan. Platform judi online sering kali dirancang untuk membuat pemain terus bermain, dengan fitur seperti "rewards" instan, kemudahan deposit, dan game yang cepat.

Peraturan yang Kurang Ketat; Banyak negara belum memiliki regulasi yang memadai untuk mengontrol dan mengatur aktivitas perjudian online. 

Akibatnya, situs judi online ilegal atau yang dioperasikan di negara-negara dengan regulasi longgar sering kali menargetkan pengguna tanpa perlindungan konsumen yang kuat.

Judi online juga kerap menargetkan pada kalangan anak muda melalui game yang tampak seperti permainan biasa namun memiliki elemen perjudian tersembunyi, seperti loot boxes atau taruhan dalam game. 

Ini meningkatkan risiko kecanduan di usia dini. Untuk menghadapi wabah ini, beberapa negara mulai mengambil langkah-langkah, seperti : Peningkatan regulasi dan kontrol terhadap situs judi online. 

Kampanye kesadaran publik tentang bahaya kecanduan judi online. Penyediaan layanan bantuan untuk mereka yang kecanduan, termasuk konseling dan pembatasan akses ke platform judi online. 

Wabah judi online ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah, tokoh agama, tokoh adat dan semua elemen lapisan Masyarakat yang ada, agar dampak negatifnya dapat diminimalisir. 
© Copyright 2022 - MakalamNews Berita Untuk Anda