Kelompok-kelompok massa yang dahulunya diam
(silent group), kini sudah mulai terbuka menyatakan dukungannya dalam pilwako
Jambi.
Penilaian ini disampaikan pengamat dan peneliti
politik Dr Dedek Kusnadi S.Sos, M.Si, MM.
Menurutnya, pascadeklarasi pasangan H Abdul
Rahman-AM Guntur, kelompok swing voter dan undecided voters di Kota Jambi sudah
memilih untuk mendukung pasangan suksesor Wali Kota Jambi Syarif Fasha dua
periode tersebut.
“Pascadeklarasi pasangan HAR Guntur, kelompok
swing voter dan undecided voters di Kota sudah memilih untuk mendukung pasangan
penerus Syarif Fasha. Mereka lebih yakin akan niat HAR Guntur membangun Kota
Jambi," katanya, Senin (19/8/2024) tadi.
Bahkan, dosen UIN STS Jambi ini mengatakan,
survei internal dari Partai Gerindra menyatakan hari ini elektabilitas HAR
Guntur telah melampaui Maulana Diza.
Dengan alasan inilah mereka memberikan rekomendasi
pada mereka. Trend keterpilihan HAR Guntur yang terus menanjak.
Sebagai catatan, swing voters adalah orang-orang
yang sudah menentukan pilihan kandidat.
Namun, kalangan ini akan mengubah pilihannya
menjelang pencoblosan karena dinamika politik yang terjadi.
Sementara undecided voters adalah orang-orang yang
menyembunyikan pilihan atau benar-benar belum punya pilihan kandidat.
Reza seorang milenial mengaku sudah menentukan pilihannya saat Pilwako Jambi nanti.
"Tentu yang saya pilih, pemimpin yang bisa mengerti maunya anak muda. Tidak hanya membuat Kota Jambi ini makin baik, namun juga bisa membuat program-program untuk milenial," ujarnya yang ditemui usai menghadiri deklarasi HAR Guntur.
Sebelumnya, pascadeklarasi H Abdul Rahman dan Andi
Muhammad Guntur atau yang kenal HAR TU Lah, Pengamat Politik Dr Noviardi Ferzi
menilai pasangan ini akan mengalami lonjakan elektoral di setiap segmen
pemilihnya.
Menurut Noviardi Ferzi, ada dua momentum.yang bisa
memicu peningkatan elektoral pasangan yang didukung Partai NasDem, PDI
Perjuangan dan Partai Gerindra.
Momentum pertama, adalah keluarnya rekomendasi
Partai Gerindra yang dinilai publik sebagai suatu kejutan.
Sebab, baik H Abdul Rahman maupun Guntur bukan
kader besutan Prabowo Subianto sang presiden terpilih.
"Masyarakat awam menilai dukungan Gerindra
sebagai kejutan. Logika mereka, sulit bagi H Abdul Rahman dan Guntur mendapat
rekomendasi Gerindra, karena bukan kader. Nah, ketika rekomendasi ini diperoleh
mereka publik Jambi cukup terkejut akan hal ini. Dukungan Gerindra pasti
menimbulkan ceruk suara baru bagi mereka, pemilih Gerindra dan pemilih yang
ingin keberlanjutan pembangunan yang tadinya ragu-ragu, kini akan
memperlihatkan dukungannya secara spontan, ini akan meningkatkan elektoral
mereka," katanya, Minggu (18/8/2024).
Sedangkan faktor kedua, yang membuat lonjakan elektoral H Abdul Rahman Guntur adalah kesuksesan acara deklarasi mereka berdua sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi.
Di mana, deklarasi tersebut sukses menghadirkan puluhan ribu orang dan menghibur masyarakat Jambi.
"Walau bagaimanapun parameter deklarasi politik itukan berupa berapa banyak massa yang hadir, seberapa atraktif acara yang digelar serta sejauh mana informasi acara itu diketahui orang. Dalam hal ini saya nilai deklarasi HAR TU sukses, sehingga membuat yang hadir senang. Efek ini membuat yang lain ikut memilih, dan mendongkrak elektabilitas mereka di masyarakat," pungkasnya.(*)

Social Header