Berita Terkini

Kota Jambi Butuh Pemimpin Berjiwa Melayani dan Visioner, Pengamat: Ingatkan Masyarakat Jangan Salah Memilih

Pengamat Politik Dr Noviardi Ferzi

MAKALAMNEWS.ID -  27 November 2024 mendatang, masyarakat Kota Jambi akan memilih pemimpin penerus Syarif Fasha sebagai Wali Kota Jambi.


Dr Noviardi Ferzi seorang pengamat politik mengajak masyarakat Kota Jambi agar tidak salah dalam memilih pemimpin saat pemungutan suara Pilwako Jambi 2024.


Dalam memilih pemimpin, kata Noviardi, janganlah memilih seseorang hanya sekadar popularitas dan pencitraan saja. 


"Pilihlah pemimpin yang sudah jelas visinya, dan sudah jelas rekam jejaknya. Pemimpin juga harus bersih, aspiratif, dan bisa menjadi problem solver," ujarnya.


Noviardi mengatakan, pemimpin juga tidak dilihat dari apa yang dia janjikan, tapi yang dia perbuat. 


Menurutnya, yang diperlukan adalah pemimpin yang berjiwa melayani dan visioner. 


Dikatakannya, seorang pemimpin bukan hanya sekadar politisi yang hanya memiliki pemikiran jangka pendek.


Seorang pemimpin yang baik itu yang memiliki pemikiran jangka panjang, dan memikirkan the next generation.


"Pilkada 2024 nanti bagi Kota Jambi merupakan critical point untuk masa depan Jambi. Jika salah dalam memilih pemimpin yang benar, maka kota akan kembali terpuruk," katanya.


Untuk itulah Noviardi Ferzi mengajak masyarakat, sebagai basis of change, untuk turut mencerdaskan rakyat, termasuk dalam menuntun masyarakat untuk memilih pemimpin yang tepat.


Dalam kontestasi Pilwako Jambi, dari beberapa bakal calon wakil wali kota, yakni Diza Hazra, Eko Setiawan dan Andi Muhammad Guntur, ia menilai Guntur sosok yang lebih matang untuk tampil sebagai calon pemimpin Tanah Pilih Pseko Betuah.


Menurutnya, Guntur  bisa mendongkrak elektabilitas H Abdul Rahman (HAR) di Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Jambi 2024 ini.


"Merujuk data preferensi terbaru, sosok Guntur dan Eko dinilai masyarakat lebih matang dibanding Diza. Mungkin karena faktor umur dan pengalaman," katanya di Jambi, Kamis (22/8/2024) siang tadi.


Penilaian ini menurutnya penting, karena pengalaman seorang calon menunjukkan keyakinan pemilih bahwa mereka mampu membawa peran kaum muda, yang mampu membawa gagasan baru disertai idealisme yang kuat. 


Ini diharapkan dapat menjadi angin segar di tengah carut marut dunia politik kita hari ini yang memperlihatkan rekam jejak para pejabat yang koruptif, sering pamer harta kekayaan, namun kebijakan yang tidak berdasarkan kepentingan rakyat.


Menurut pengamat yang dikenal kritis ini, kematangan seorang calon kepala daerah tidak hanya diukur dari usia semata, tetapi juga dibentuk pada faktor kemandirian, pengalaman dan rekam jejak pengabdian selama ini.(*)

© Copyright 2022 - MakalamNews Berita Untuk Anda