Rektor UIN STS Jambi Prof Dr As’ad foto bersama bersama orang tua atau wali calon mahasiswa jalur difabel
MAKALAMNEWS.ID – Calon mahasiswa atau mahasiswa difabel, diharapkan tetap semangat dalam menempuh pendidikan di UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi.
Hal itu dikatakan Rektor UIN STS Jambi
Prof Dr As’ad saat pertemuan dan dialog bersama orang tua atau wali calon
mahasiswa jalur difabel.
Pertemuan berlangsung di ruang senat
lantai enam gedung rektorat UIN STS Jambi,
Senin (29/7/2024).
Kehadiran orang tua dan wali calon
mahasiswa jalur difabel disambut hangat.
Hadir juga Wakil Rektor Bidang
Akademik dan Kelembagaan, Kepala Biro AUPKK, dan Kepala Biro AAKK.
Selain itu, Kabag Akademik dan
Koordinator Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas juga ikut serta.
Pertemuan ini menunjukkan komitmen
UIN STS Jambi dalam mendukung pendidikan inklusif.
Prof As’ad menegaskan pentingnya
peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka.
Prof As’ad mengungkapkan rasa
bangganya dapat berinteraksi langsung dengan mereka.
Menurut Prof As’ad, pentingnya peran orang tua dalam mendukung
pendidikan anak-anak mereka.
Ia berharap semua calon mahasiswa
tetap semangat dalam menempuh pendidikan.
“Kami di UIN STS Jambi berkomitmen
untuk menyediakan lingkungan belajar yang ramah bagi mahasiswa difabel. Jangan
pernah takut untuk kuliah di sini. Kalian harus percaya diri dan semangat,”
katanya.
Prof As’ad menjamin mahasiswa
difabel dapat mengikuti perkuliahan dengan nyaman.
Selain itu, rektor juga memastikan
mahasiswa istimewa ini mendapatkan fasilitas yang memadai.
“Kita akan terus mengupayakan UIN
STS Jambi menjadi kampus inklusif. Hal ini menunjukkan komitmen kami terhadap
pendidikan yang setara bagi semua,” ujarnya.
Nisaul Fadilah, Ph.D, Koordinator Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas, turut memberikan penjelasan. Ia menyampaikan bahwa saat ini terdapat 17 mahasiswa difabel yang belajar di UIN STS Jambi.
“Tiga dari mereka telah lulus dengan
predikat cumlaude. Dimas saat ini sudah melanjutkan kuliah S2 dengan beasiswa,
kemudian Tika sudah lulus diterima di BUMN, dan Pandu juga lulus tepat waktu.
Ini adalah bukti bahwa mahasiswa difabel dapat berprestasi dengan baik,” katanya.
Nisaul Fadilah bilang, UIN STS Jambi terus berupaya meningkatkan
fasilitas bagi mahasiswa difabel.
UIN STS Jambi berkomitmen untuk
menyediakan aksesibilitas yang lebih baik di lingkungan kampus.
Hal ini termasuk penyediaan
fasilitas pendukung bagi mahasiswa dengan kebutuhan khusus.
Sementara itu, Kabag Akademik,
Saparuddin, M.Pd.I melaporkan, saat ini ada 9 mahasiswa difabel yang mengikuti
tes wawancara.
“Tes wawancara dilakukan untuk
mengetahui bakat dan minat mahasiswa. Dan tes dilakukan oleh psikolog dan
pengajar dari SLB,” ujarnya.
Di akhir pertemuan, Prof As’ad
mengajak semua pihak untuk bekerja sama.
“Kita harus bergandengan tangan
dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif,” ujarnya.
Rektor berharap UIN STS Jambi dapat menjadi pelopor dalam pendidikan inklusif di Indonesia.
Dukungan dari berbagai pihak sangat penting dalam mewujudkan tujuan tersebut.
Orang tua dan wali yang hadir dalam
pertemuan ini mengapresiasi langkah UIN STS Jambi.
Mereka merasa begitu terharu
mengetahui komitmen UIN STS Jambi dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka.
Beberapa orang tua mengungkapkan
kekhawatiran mereka, dengan mengajukan pertanyaan, namun mendapat tanggapan
positif dari seluruh pimpinan yang hadir.
Seorang orang tua calon mahasiswa
mengungkapkan rasa haru dan terimakasih luar biasa kepada UIN STS Jambi.
“Saya dari Bengkulu, sengaja membawa
anak saya untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Sebab saya melihat
UIN STS Jambi salah satu kampus yang berhasil mendidik mengantarkan anak-anak
istimewa ke jenjang sarjana,” katanya.
Pertemuan ini diharapkan dapat
meningkatkan kepercayaan orang tua terhadap UIN STS Jambi.
Kampus ini berkomitmen untuk menjadi tempat belajar yang nyaman bagi semua mahasiswa.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, UIN STS Jambi siap menyambut mahasiswa difabel dengan penuh dukungan.(*)
Sumber: uinjambi.ac.id

Social Header