Cici Halimah dan Muklis dianggap bisa jadi kuda hitam di Pilkada Tanjab Barat
MAKALAMNEWS.ID - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tanjung Jabung Barat tahun ini berpotensi melahirkan kejutan.
Meski secara umum pasangan petahana
Anwar Sadat-Katamso dinilai sebagai pasangan calon terkuat, namun berbagai
kejutan masih terbuka untuk terjadi.
Pandangan ini disampaikan pengamat
Politik UIN STS Dr Dedek Kusnadi, S.Sos, M.Si, MM saat melakukan bedah data
Survei Preferensi Pemilih Pilkada Tanjabbar 2024 di Rain Cafe and Resto Paal
Lima Jambi, Senin (15/7/2024) kemarin.
"Saya menghormati jika banyak
lembaga survei menjagokan UAS-Katamso di Pilkada Tanjung Jabung Barat saat ini.
Namun, jika surveinya kita lakukan secara Head to Head antara mereka berdua
hasilnya belum tentu petahana akan unggul," ungkap pengamat top Jambi
tersebut.
Bahkan pengamat yang dikenal kritis
ini mengatakan, saat ini sedang dilakukan survei yang dilakukan Lembaga
Penelitian Tactical Politik dan Humaniora (PTPH) dengan simulasi 3 (tiga) dan 2
(dua) pasangan calon di Pilkada Tanjung Jabung Barat.
Bahkan, Dedek Kusnadi mengatakan, dalam
kajian patronisasi politik justru pasangan Cici Halimah-Muklis berpotensi
menjadi kuda hitam dalam Pilkada Tanjung Jabung Barat yang akan dihelat
November 2024 nanti.
Hal ini merujuk kuatnya patronisasi
politik yang mendukung pasangan tersebut.
Menurutnya Cici Halimah sebagai
Istri dari mantan Bupati Tanjabbar Dr Ir H Safrial, MS memiliki basis wilayah
yang solid di daerah Ulu Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Cici memiliki patron yang kuat
berupa keluarga dan jaringan sang suami disana. Sedangkan Muklis sebagai
refresentasi wilayah ilir juga memiliki pendukung yang kuat.
Sehingga, Dedek Kusnadi berkeyakinan
jika survei dilaksanakan secara head to head hasilnya akan jauh berbeda dengan
hasil yang dirilis lembaga survei lainnya.
"Saya menilai ibu Cici Halimah sebagai Istri pak Safrial memiliki basis yang solid di daerah Ulu. Memiliki patron kuat berupa keluarga dan jaringan sang suami disana. Sedangkan sang Wakil Muklis refresentasi wilayah ilir juga memiliki pendukung yang kuat. Sehingga, jika head to head hasilnya akan jauh berbeda dengan hasil yang dirilis lembag survei lainnya," pungkasnya.(rud/*)

Social Header