Pengamat Politik Dr Dedek Kusnadi
MAKALAMNEWS.ID - Pengamat Politik Kesohor Jambi Dr Dedek Kusnadi, S.Sos, M.Si, MM kembali memberi analis terbarunya untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Jambi 2024.
Kali ini ia memprediksi optimasi elektoral pasangan
Maulina-Diza (MauDiz).
Menurutnya, jauh sebelum berpasangan dengan anak
kesayangan Hazrin Nurdin, elektabilitas Maulana sudah mengalami stagnasi di
angka 30 %.
Meski ada klaim ia punya elektabilitas nyaris 80 %
tapi itu hanya gimmik politik gambaran dari elektabilitas gelembung sabun,
besar tapi kosong.
“Analisa saya dengan memakai teori prediksi
optimasi, Maulana sulit, karena sebelum berpasangan dengan anak kesayangan bang
Hazrin Nurdin saja elektabilitas ia sudah mengalami stagnasi di angka 30 %
lebih. Meski ada klaim ia punya elektabilitas nyaris 80 %, tapi itu hanya
gimmik politik gambaran dari elektabilitas gelembung sabun, besar tapi kosong,”
ujarnya saat diskusi dengan komunitas mahasiswa politik di DPathi Café, Selasa
(16/7/2024) semalam.
Selanjutnya, Dedek Kusnadi menjelaskan kesimpulannya
ini memiliki berbagai argumentasi antara lain elektabilitas Maulana terbangun
tidak mewakili elektabilitas personal yang bersangkutan.
“Maulana kan membangun elektabilitas saat masih wakil
wali kota. Jadi sangat beririsan dengan dengan elektabilitas Fasha. Saat itu
dengan restu wali kota ia menggunakan jaringan birokrasi kemana-mana, masuk ke
kelurahan dan tiap program OPD. Hasilnya bagus, tapi di sisi lain, masyarakat
menilai kerja bagus itu juga milik Fasha. Nah, ketika ia tak menjabat lagi, dan
tak didukung Fasha lagi, elektabilitas jeblok lagi, maka dimainkan lah isu survei
nyaris 80 % kemarin menutupi elektabilitas yang jeblok” ujarnya.
Alasan lain, Dedek Kusnadi mengatakan, kebiasaan
Maulana menjanjikan posisi wakil walikota pada banyak orang dan banyak partai
telah membuat dukungan pada dirinya tidak lagi utuh akibatnya orang sudah mulai
lari darinya.
“Bayangkan 21 orang dijanjikan wakil, tapi tiba -
tiba muncul Diza, kan orang kecewa. Belum lagi partai politik lainnya. Maka
prediksi saya, mohon maaf, tanpa politik transaksional, mereka paling jadi juru
kunci dalam pilwako nanti," pungkasnya.(*)

Social Header