MAKALAMNEWS.ID - Bakal calon Wali Kota Jambi Maulana sudah memilih Diza Aljosha untuk menjadi pendampingnya di Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Jambi 2024.
Namun, pengamat politik Jambi Dr Dedek Kusnadi Sos, M.Si, MM menilai, kurangnya respon publik pascaresmi diumumkan, elektabilitas pasangan Maulana Diza akan terjun bebas atau mengalami penurunan secara drastis.
Indikator awal hal ini terlihat dari rendahnya respon publik yang landai dan tergolong biasa - biasa saja ketika kepastian mereka berpasangan diumumkan.
"Saya lihat pasangan ini akan mengalami penurunan elektabilitas yang radikal. Indikasi awalnya dari respon publik yang landai pada masa awal nama pasangan ini diumunkan," katanya di pempek Slamet Mayang, Kamis (18/7/2024) siang.
Menurut Dedek Kusnadi, dalam politik pemilihan (election) satu indikasi kuatnya respon publik adalah efek kejut pemilih atas munculnya satu nama dalam kontestasi politik. Nah, efek kejut inilah yang tidak ada ketika Diza diumunkan sebagai wakil Maulana.
Hal ini menurutnya disebabkan oleh beberapa faktor. Antara lain trend Maulana sendiri sudah mengalami titik jenuh di mata publik. Akibat terlalu lama fase sosialisasi yang ia lakukan hampir 3 tahun yang lalu.
Sedangkan faktor lain, Dedek Kusnadi memperkirakan karena popularitas Diza yang kurang dikenal oleh masyarakat Kota Jambi. Sehingga ketika namanya dimunculkan butuh waktu orang mencerna, siapa dia, apa kapasitas ia dan apa jejak rekamya.
"MauDiz tak memiliki efek kejut yang membuat orang antusias. Masalahnya bisa karena trend Maulana yang sedang turun, atau kombinasi sosok Diza yang belum dikenal," pungkasnya.(*)

Social Header