MAKALAMNEWS.ID - Rancangan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Tahun Anggaran 2025 seolah menjadi catatan kritis kepada bakal calon Wali Kota Jambi Maulana agar menyusun visi secara rasional dan terukur.
Betapa tidak, saat Maulana mengobral janji akan memberi dana 100 juta per RT, kini muncul kenyataan pada 2025 nanti diperkirakan APBD Kota Jambi turun tajam sebesar Rp 337 Miliar.
Sehingga, ada kesan visi misi yang Maulana tawarkan ke masyarakat tak terukur dan tak disusun secara profesional.
Pandangan ini disampaikan pengamat Politik dan Kebijakan Publik Dr. Dedek Kusnadi, S.Sos, M.Si, MM.
Ia menyatakan ini sebagai indikasi visi Maulana yang kurang rasional dan tak terukur.
"KUA PPAS inikan sebuah fakta tentang kemampuan keuangan Kota Jambi tahun 2025 turun Rp 337 miliar. Lalu, jika Maulana menjanjikan 100 juta per RT, di mana rasionalitas janjinya? Jelas-jelas fiskal pemkot lagi susah, ia menebar janji yang tak merujuk data, tak terukur dan tak profesional, ini yang kita kritisi," kata pengamat top Jambi tersebut.
Sebagai catatan, poyeksi pendapatan daerah untuk tahun 2025 direncanakan mencapai 1 Triliun 576 Miliar 311 Juta 389 Ribu Rupiah.
Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 15,44 persen dibandingkan dengan pendapatan daerah pada 2024 yang mencapai 1 Triliun 864 Miliar 222 Juta 611 Ribu Rupiah.
Di lain sisi, Pemkot Jambi merencanakan belanja daerah sebesar 1 Triliun 616 Miliar 311 Juta 389 Ribu Rupiah, mengalami penurunan sebesar 17,29 persen dari tahun sebelumnya yang mencatat 1 Triliun 954 Miliar 222 Juta 611 Ribu Rupiah.
"Tanpa memasukan janji Maulana yang 100 juta per RT itu belanja kota sudah 1,6 triliun lebih, itupun masih defisit 40 miliar lebih
Ditambah Rp 160 miliar lebih untuk RT, dari mana anggarannya. Saya menduga ada niat pencitraan, toh jika terpilih bisa bermodus menyebut tiap belanja OPD sebagai bantuan 100 juta? Seolah-olah ada padahal tidak ada," tanyanya dengan nada kritis.(*)
Social Header