Berita Terkini

Intelektual Ini Risau, Menjelang Pilwako Bermunculan Penulis Dadakan Pembela Oligarki

Pengamat Kebijakan Publik dan Politik Dr Dedek Kusnadi

MAKALAMNEWS.ID - Dalam khasanah keilmuan menulis harus berangkat dari suatu kejadian (fenomena) yang baik atau buruk atau yang akan terjadi di masa depan. 

Idealnya menulis harus didorong nurani, rasa risau serta kepedulian. Namun, ketika menulis dijadikan ajang pesanan maka dunia intelektual telah tersakiti.

Hal ini diungkap pengamat Top Jambi Dr Dedek Kusnadi yang risau akan lahir penulis dadakan yang kerjanya memuji penguasa dan membela oligarki. 

Anehnya, mereka justru risau dengan eksistensi pengamat namun tutup mata dengan oligarki yang ingin menguasai kebijakan di Kota Jambi.

Dalam hal ini, Dosen UIN STS Jambi itu mengatakan, Fenomena ini disebut Kuntowijoyo seorang akademisi dan sasrawan sebagai Intelektual tukang, mereka menulis karena diupah. 

Mirip tukang yang menerima order mengerjakan sesuatu dan menerima upah akan hal itu. 

Para intelektual tukang ini mencari peran dan upahan dari penguasa dan oligarki yang mereka bela.

"Tak aneh, penulis dadakan, inikan bagian dari yang disebut Kuntowijoyo sebagai intelektual tukang, bekerja dan menerima upah," ungkapnya sembari tertawa, Senin  (22/7/2024) pagi di Mendalo.

Pengamat kritis inipun mengatakan salah satu dampak demokrasi pilkada hari ini masyarakat terpolarisasi. 

Nah, di antara komunitas masyarakat ini, ia menilai ada yang mencari untung dengan membela oligarki. 

"Polarisasi pilwako muncul, kan bagi orang yang tak idealis ini kesempatan cari keuntungan. Tapi, ya kita senyumi aja, jangan ditanggapi, toh nanti tak ada yang beri upah tak membela lagi," pungkasnya.(*)

© Copyright 2022 - MakalamNews Berita Untuk Anda