Berita Terkini

Rektor Prof Asad Ingatkan Mahasiswa yang Ikut Kukerta Jaga Nama Baik UIN STS Jambi

Rektor UIN STS Jambi Prof Asad Isma foto bersama peserta kukerta

MAKALAMNEWS.ID  - Kuliah Kerja Nyata (kukerta) tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik. Namun, perlu kecakapan komunikasi dan pemahaman tentang adat dan budaya masyarakat. 

Terkait hal ini, Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UIN STS Jambi menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi mahasiswa yang akan menjalankan Kukerta 2024 yang bertema Akselerasi SDGs Desa, Sabtu (8/6/2024).

 

Rektor UIN STS Jambi Prof Dr Asad mengatakan, dalam menjalankan kukerta terdapat tiga unsur, yang pertama, sebagai pendidikan dimana mahasiswa melihat langsung problem masyarakat

 

Kedua, dengan Kukerta mahasiswa bisa menelaah potensi dan kelemahan sebuah desa dan menemukan alternatif pemecahan.

 

Yang ketiga, melalui kukerta mahasiswa dapat mengamalkan ilmu, teknologi dan seni yang telah didapat selama di kampus.

 

Prof Asad mengatakan, dalam menjalankan tema SDGs Desa perlu diingat bahwa mahasiswa bukanlah Pemerintah yang memiliki sumber daya dan perangkat, maka dalam menjalankan program sesuaikanlah dengan kapasitas yang dimiliki oleh mahasiswa. 

 

Menurut rektor, pada hakikatnya Kuliah kerja nyata adalah momentum mahasiswa untuk belajar kepada masyarakat dan menempah diri dalam pengabdian di masyarakat.

 

Saat menyampaikan sambutan, rektor sempat memberikan doorprize berupa uang tunai kepada satu mahasiswa yang dapat menjawab pertanyaan.

 

Prof Asad berpesan kepada mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater UIN STS Jambi.

 

"Tinggalkanlah kesan positif di masyarakat, jagalah nama baik kampus kita UIN STS Jambi,” pungkasnya seperti dilansir dari situs uinjambi.ac.id.

 

Koordinator Pusat Pengabdian pada Masyarakat LPPM, Mukhlis berharap kepada mahasiswa yang menjalankan tugas Kuliah kerja nyata angkatan ke 51 tahun 2024 dapat melaksanakan program kerja dan bekerja sama dengan pemerintah desa serta masyarakat desa.

 

Ketua LPPM Fridiyanto mengingatkan peserta kukerta untuk mengikuti Diklat secara baik agar ketika di lapangan tidak mengalami kendala berarti, seperti ketidakpahaman adat dan budaya serta komunikasi yang tidak efektif sehingga menghambat program kukerta.(rud/*)

© Copyright 2022 - MakalamNews