Rektor UIN STS Jambi Prof Asad berikan plakat ke Guru Besar UIN Sunan Ampel Prof Dr H Nur Syam
MAKALAMNEWS.ID - Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur yang juga mantan Sekjen Kemenag RI, Prof Dr H Nur Syam memberi kuliah umum di Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Kampus I Telanaipura, Selasa (18/6/2024) malam.
Saat membuka
kuliah umum, Prof Nur Syam berkesempatan menyampaikan kekagumannya atas
kemajuan UIN STS Jambi saat ini.
Menurutnya, UIN STS Jambi sudah mencirikan sebagai kampus
yang maju.
“Alhamdulillah, saya kembali datang ke kampus UIN STS
Jambi. Saya ingat, dulu waktu pertama ke kampus ini sempat melihat ke daerah di
bagian belakang kampus II. Saya sempat loncat sungai kecil. Tapi sekarang,
kampusnya sudah menjadi kampus metropolis,” katanya yang disambut tepuk tangan
dari peserta kuliah umum yang hadir.
Prof Nur
Syam memberikan kuliah umum dengan tema, Pengembangan Islamic Studies Berbasis
Integrasi Ilmu pada PTKIN.
Rektor UIN STS Jambi Prof Dr Asad mengungkapkan kegembiraan atas kedatangan
Prof Nur Syam dan telah berkenan untuk mentransfer ilmunya serta memberikan
pengalaman terhadap pengembangan Islamic Studies di UIN STS Jambi.
“Setiap kampus memiliki rumpun keilmuannya
termasuk UIN STS Jambi yang mengangkat transintegrasi Ilmu,” katanya.
Menurut Prof Asad, transintegrasi adalah paradigma
ilmu yang dibangun dari semangat filsafat transmodernisme yang kembali memberi
tempat bagi nilai tradisi dan agama ke ruang publik untuk bersama-sama dengan
sains menciptakan masa depan umat manusia yang lebih baik.
Sementara
itu, dalam kuliah umum yang dimoderatori oleh Dr Tanti itu Prof Nur Syam
menekankan, transintegrasi ilmu ini harus dapat menyatukan ilmu agama dan
sains.
Konsep yang
ada pada agama dan sains diekstrak kemudian dikaitkan satu sama lain untuk
dapat dijadikan satu kesatuan ilmu yang komprehensif.
“Yang
dilihat tidak hanya melalui pendekatannya saja. Tapi lihatlah posisi cabang
ilmu itu pada subjek kajiannya seperti gejala, fenomena, fakta dan realitas
kehidupan Individu, komunitas dan masyarakat Islam,” katanya. (rud/*)
Sumber: uinjambi.ac.id
Social Header