Alumni HMI Dr Dedek Kusnadi
MAKALAMNEWS.ID – Kader dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Provinsi Jambi menyaksikan film Lafran Pane, Selasa (25/6/2024) di satu bioskop di Kota Jambi.
Turut
hadir pada nonton bareng tersebut dihadiri Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli
Kurnia yang juga merupakan alumni HMI.
Dr
Dedek Kusnadi M.Si MM yang merupakan alumni HMI mengatakan, film Lafran Pane
ini memberikan refleksi yang mendalam tentang peran dan tanggung jawab
organisasi ini dalam dinamika politik Indonesia.
Menurutnya,
sebagai satu organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia, HMI memiliki sejarah
panjang dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam dan kebangsaan.
Namun,
dengan semakin kompleksnya realitas politik saat ini, penting untuk menegaskan
bahwa alumni dan kader HMI tidak boleh berpolitik dengan mengatasnamakan
organisasi.
“HMI,
sebagai sebuah organisasi, harus tetap menjaga netralitas dan integritasnya.
Hal ini berarti, setiap langkah politik yang diambil anggotanya haruslah
bersifat independen, tidak membawa nama atau identitas organisasi,” ujarnya.
Dikatakannya,
sebagai individu, setiap kader dan alumni memiliki hak untuk berpartisipasi
dalam politik. Namun, mereka harus melakukannya sebagai pribadi yang bebas,
bukan sebagai representasi HMI.
“Prinsip
ini didasarkan pada jati diri HMI yang berfokus pada pengembangan intelektual
dan spiritual anggotanya, bukan pada kepentingan politik praktis,” ujarnya.
Oleh
karena itu, kata akademisi UIN STS Jambi tersebut, HMI harus tetap menjadi
entitas yang berdiri di atas semua golongan dan partai, memberikan pandangan
yang objektif dan kritis terhadap setiap fenomena politik yang terjadi.
Hal
ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap HMI sebagai organisasi
yang netral dan berintegritas.
Ia
mengatakan, nonton bersama film Lafran Pane ini bukan hanya menjadi ajang
nostalgia, tetapi juga sebagai momen penting untuk meneguhkan kembali komitmen
kita terhadap prinsip-prinsip organisasi.
Pertemuan
ini menunjukkan bagaimana sesama kader dan alumni dapat saling menguatkan dan
mengingatkan pentingnya menjaga nama baik HMI di tengah arus politik yang
sering kali penuh dengan intrik dan kepentingan pribadi.
Dengan demikian, setiap kader dan alumni HMI diharapkan dapat berpolitik secara cerdas dan bijaksana.
“Mereka
harus tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang diajarkan
dalam HMI, serta selalu memberikan pandangan yang objektif dan konstruktif bagi
bangsa dan Negara,” ujarnya.
Ditambahkannya,
integritas dan netralitas HMI adalah aset berharga yang harus dijaga bersama
demi kemajuan bangsa Indonesia.
“Mari
kita terus berpegang pada prinsip-prinsip yang telah diwariskan oleh para pendiri
HMI, termasuk Lafran Pane,” katanya.
“Mari
kita berpolitik sebagai individu yang mandiri, dengan tetap membawa semangat
keislaman dan keindonesiaan yang kuat. Hanya dengan cara inilah, kita dapat
berkontribusi secara maksimal bagi bangsa dan negara, tanpa harus mengorbankan
integritas organisasi yang kita cintai,” pungkasya.(rud/*)
Social Header