Dr Dedek Kusnadi Pengamat Kebijakan Publik dan Politik
MAKALAMNEWS.ID – Pengamat Kebijkan Publik dan Politik Dr Dedek Kusnadi gencar melakukan kritik terhadap program bakal calon Wali Kota Jambi dr Maulana.
Program 100 juta per RT yang digagas Maulana, terus mendapat kritikan
dari akademisi UIN STS Jambi tersebut.
Kritikan dari Dedek
Kusnadi tersebut terus dilakukannya di grup WAG.
Dedek Kusnadi
memberikan argument-argumennya tentang program yang dinilainya tidak relevan
tersebut.
Namun, kritikan dari
Dedek Kusnadi tersebut tidak diterima dari pendukung-pendukung Maulana.
Mereka menganggap kritikan dari Dr Dedek Kusnadi tersebut merupakan
pesanan atau dendam pribadi saja.
Ada juga yang mengatakan kalau argumen Dr Dedek Kusnadi tidak
mencerminkan seorang akademisi. Seolah-olah dia punya agenda pribadi atau
tekanan tertentu.
Namun, serangan terhadap Dr Dedek Kusnadi tersebut tidak banyak
ditanggapi serius dari akamedisi tersebut.
Dr Dedek Kusnadi mengatakan, tidak ada maksud terselubung kenapa
memberikan kritikan atas program 100 juta per RT yang digagas Maulana.
Menurutnya, ia mengkritik karena program
100 juta per RT dinilainya hanya asal dan tidak relevan serta hanya mengukir
janji di atas uang negara. Itu dinilainya adalah tindakan yang tidak
bertanggung jawab.
Soal serangan
dari pendukung Maulana, Dr Dedek Kusnadi menganggap kalau kritikan itu
berhasil.
“Artinya,
jika pendukung-pendukung Maulana tersebut bagus, kenapa harus terganggu dengan
kritikan dari saya ataupun dari masyarakat. Ya biasa sajalah. Kritikan dengan argument
saya itu harus dibalas dengan argument juga, jangan menyerang saya, apalagi
menyerang pribadi. Kalau saya biasa saja diserang,” katanya.
Walaupun diserang
secara pribadi, Dr Dedek Kusnadi tetap tidak akan berhenti mengkritik atau
memberi tanggapan terkait program 100 juta per RT tersebut.
“Saya sudah banyak ditelepon orang, menanyakan
kenapa selalu mengkritik program Maulana. Apakah ada dendam pribadi, saya
bilang tidak. Itu murni hanya kritikan dari saya sebagai masyarakat Kota Jambi
dan juga pengamat kebijakan publik,” pungkasnya.(rud/*)
Social Header