Pengamat Kebijakan Publik Dr Dedek Kusnadi
MAKALAMNEWS.ID – Program 100 juta per RT dari bakal calon Wali Kota Jambi dr Maulana dinilai kurang berintegritas.
Hal itu dikatakan Pengamat Kebijakan Publik Dr Dedek
Kusnadi, S.Sos, M.Si, MM saat berbicara dengan komunitas milenial di Dpathi Café,
Jumat (21/6/2024).
Dosen UIN STS Jambi tersebut menilai janji 100 juta
per RT yang dijanjikan Maulana sebagai program yang kurang berintegritas.
Alasannya, karena dalam tahap awal wacananya sudah
mendapat penolakan bahkan keraguan dari berbagai pakar ekonomi dan perencanaan.
“Integritas suatu program itu dilihat dari banyak
tidak penolakan, jika diawal saja sudah banyak penolakan, bearti ide tersebut
tidak memiliki kewibawaan, kepercayaan dan keutuhan untuk dinalar dengan akar
sehat. Kenapa? Karena kurang rasional jika kita urai dengan kemampuan APBD
Kota," katanya dalam diskusi informal dengan mahasiswa Jambi.
Dalam hal ini, Dr Dedek juga menyoroti defisit
fiskal yang mendera pemerintah kota dalam beberapa tahun terakhir.
Di mana PAD targetnya dipaksakan, akibatnya plot
belanja menunggu sumber pendanaan masuk.
Nah, ketika ada belanja yang hampir 200 milyar untuk
dibagikan ke RT ini namanya, program menyesatkan, membawa Fiskal APBD Kota
masuk ke dalam jurang.
“Saya dapat cerita dari beberapa banggar kota, tahun
2025 saja kota masih deficit. Mana lagi bisa ada bantuan 100 juta itu, ini
namanya program yang tak berintegritas," ujarnya.
Bahkan pemilik dua gelar master ini menduga Maulana
selaku pihak yang menjual program telah merencanakan akrobatik anggaran.
Program 100 juta hanya sebatas slogan,
pelaksanaannya hanya menjual ulang belanja rutin di tiap OPD.
Sehingga, ia menyarankan masyarakat kota agar lebih
kritis pada program bacalon Wali Kota Maulana. Mana yang realistis dan
berintegritas mana sebatas live service untuk menarik simpati tanpa niat
menepati.(rud/*)

Social Header