MAKALAMNEWS.ID –Partai NasDem akan membuat komitmen dengan calon kepala daerah yang akan diusung pada Pilkada Serentak 2024 ini.
Komitmen tersebut sebagai bentuk kalau calon kepala daerah yang akan diusung tidak lupa dengan Partai NasDem.
Menurut Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Jambi H Syarif Fasha, partai mengusung calon dengan melihat hasil survei.
Namun, bakal calon kepala daerah yang akan diusung harus membuat komitmen.
Dikatakannya, jika calon kepala daerah yang memiliki hasil survei tertinggi, namun tidak menyatakan komitmennya, bisa saja partai tak mengusung kandidat tersebut.
"Contohnya kandidat tertinggi hasil survey tapi tidak punya komitmen membesarkan Partai NasDem, maka partai nanti bisa saja tidak mengusung dia. Mungkin dialihkan ke nomor dua hasil survei tertinggi," katanya.
Fasha bilang, NasDem akan mengusung calon kepala daerah yang hasil surveinya tinggi sebelum fit and proper test.
Namun, untuk kandidat yang hasilnya survey tinggi jangan senang dulu.
Dikatakan Fasha, kandidat dengan survei tertinggi tak menjamin akan diusung Partai NasDem. Apalagi jika ada kandidat yang merupakan kader internal partai.
Di Pilgub Jambi, kata Fasha tidak ada kader internal yang maju. Hanya Al Haris dan Romi Hariyanto.
Partai NasDem akan memilih satu diantara keduanya akan diusung dengan hasil survei tertinggi, namun dengan syarat-syarat tertentu.
"Jika tidak ada calon internal biasanya diambil survei tertinggi. Tentunya survei tertinggi serta punya komitmen," ujarnya.
Apa komitmennya? Yang pertama membesarkan partai dan kedua memberikan kontribusi untuk partai.
"Seperti komitmen kalau dia menang nanti mau membangun kantor NasDem dan lain sebagainya," katanya.
Jika ada kader internal partai yang ikut mendaftar, maka akan diberikan perilaku khusus.
Yakni diberikan ambang batas untuk hasil survei dari kandidat yang memiliki survei tertinggi dari eksternal partai.
"Bagi kader internal ada ambang batasanya. Misalnya kandidat tertinggi 30 persen, kader internal misalmya diberi ambang batasnya 50 persen, berarti 15 persen. Kader internal tetap berpeluang diusung, tapi kalau yang internal kita cuma 10 persen, 5 persen itu tidak terkejar lagi," ujarnya.(rud)

Social Header