Berita Terkini

Ini Catatan Satgaswas Gakum Jambi Jika Ingin Angkutan Batubara Via Jalur Sungai Dibuka Lagi

 

Inilah tongkang bermuatan batubara yang menabrak fender Jembatan Aurduri I


MAKALAMNEWS.ID  Operasional angkutan batubara lewat jalur Sungai Batanghari ditutup.

 

Penutupan itu pascafender Jembatan Aurduri I ditabrak tongkang bermuatan batubara, Senin (13/5/2025) lalu.

 

Pemprov Jambi beralasan, penghentian sementara angkutan batubara via jalur sungai karena ingin memastikan keamanan Jembatan Auduri 1 usai ditabrak tongkang bermuatan batubara.

 

Hal itu dikatakan Sekda Provinsi Jambi Sudirman.

 

Menurutnya, saat ini pihaknya mengambil kebijakan menyetop sementara aktivitas angkutan batubara jalur sungai.

 

“Kita harus memastikan jembatan yang tertabrak itu aman untuk dilalui baik pengguna jalan maupun pengguna jembatan,” katanya kepada wartawan, Kamis (16/5/2024).

 

Dikatakan Sudirman saat ini sedang dilakukan pengecekan kondisi fisik dari pada jembatan itu.

 

“Harus dipastikan, dicek dulu apakah keamanan dan kenyamanan dari jembatan. Jika aman tidak menutup kemungkinan dibuka kembali tapi dengan catatan,” katanya lagi.

 

Sudirman yang juga Ketua Satgaswas Gakum Batubara bilang, catatan itu seperti adanya dua kapal pemandu baik berada di depan dan di belakang.

 

Sebab, sejauh ini sudah ada delapan perusahaan yang sudah berkontrak dengan PLN untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar bagi PLN.

 

“Saya meminta tim supaya ada pemandu di depan dan di belakang jadi keduanya berfungsi penyeimbang, sehingga tidak lari. Sekarang ini rata-rata pembawa tongkang ini cuman ada pemandu di depan, pemandu di belakang tidak ada, sehingga arus yang cukup deras akan berpotensi menabrak lagi,” pungkasnya.


Sementara itu, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi menahan 3 kapal dan menerapkan 1 orang tersangka terkait kejadian viralnya beberapa waktu lalu kapal tongkang menabrak jembatan di aliran Sungai Batanghari.(rud)

© Copyright 2022 - MakalamNews Berita Untuk Anda