Berita Terkini

Pasca Relokasi ke Bukit Baling, Lapas Kelas IIA Jambi Terus Berbenah Menuju Lapas Modern dan Humanis

Suasana dalam Lapas Kelas IIA Jambi yang baru.(min)


MAKALAMNEWS.ID - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi yang menempati lokasi baru du Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi terus melakukan pembenahan.

Pascarelokasi pada Sabtu (6/6/2026) lalu, pihak lapas terus melakukan pembenahan dan penyempurnaan berbagai sarana dan prasarana guna mendukung pelayanan pemasyarakatan yang lebih optimal.

Pemindahan ke lokasi baru tersebut merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengatasi persoalan overcrowded yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan serius di Lapas Kelas IIA Jambi. 

Pada lokasi lama yang terletak di Jalan Pattimura Kota Jambi, lapas ini hanya memiliki kapasitas sekitar 450 orang harus menampung hingga 1.555 warga binaan.

Sehingga, tingkat hunian mencapai lebih dari tiga kali kapasitas ideal.

Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan ruang hunian, pelayanan, hingga efektivitas pembinaan. Karena itu, relokasi ke Bukit Baling menjadi solusi penting untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih aman, tertib, dan manusiawi.

Kalapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali mengatakan, saat ini sejumlah pekerjaan penataan dan penyempurnaan fasilitas masih terus dilakukan. 

Pembenahan difokuskan pada area lingkungan, akses jalan, drainase, ruang pelayanan, serta fasilitas pendukung lainnya agar seluruh sarana dapat berfungsi secara maksimal.

Meski demikian, secara keseluruhan fasilitas utama yang tersedia di kompleks baru sudah berada dalam kondisi sangat layak dan representatif. 

Kalapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali bersama Ka KPLP Riko Hamdan di tengah warga binaan yang baru masuk.(min)


Lapas Kelas IIA Jambi yang baru kini memiliki blok hunian dengan sistem pengamanan berlapis yang terdiri dari Blok Minimum Security, dua Blok Medium Security, serta Blok Maximum Security yang dibangun sesuai standar pemasyarakatan modern.

Selain fasilitas hunian, sarana pembinaan keagamaan juga telah tersedia dengan baik. 

Ada masjid, gereja, serta sarana ibadah bagi pemeluk agama lainnya yang dapat digunakan warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. 

Fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pembinaan mental dan spiritual warga binaan.

Di bidang pelayanan kesehatan, lapas juga telah memiliki klinik kesehatan yang berada dalam kondisi layak dan terus dibenahi. 

Berbagai fasilitas kesehatan secara bertahap terus dilengkapi guna meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi warga binaan.

Syahroni Ali mengatakan, proses pembenahan sarana dan prasarana akan terus dilakukan secara bertahap agar seluruh layanan di lapas baru dapat berjalan maksimal.

"Pembenahan masih terus kita lakukan, baik pada fasilitas pelayanan maupun sarana pendukung lainnya. Tujuannya agar kita dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada keluarga warga binaan yang datang berkunjung, sekaligus menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi warga binaan maupun petugas," ujarnya.

Menurut Syahroni, layanan kunjungan keluarga saat ini telah berjalan normal sebagaimana mestinya. 

Pengaturan jadwal kunjungan dilakukan dengan memisahkan antara tahanan dan narapidana guna menjaga ketertiban dan kelancaran pelayanan.

"Untuk layanan kunjungan sudah berjalan normal. Jadwal kunjungan dibedakan antara tahanan dan narapidana sehingga pelayanan dapat berjalan lebih tertib dan nyaman," ujarnya.

Meski ruang layanan kunjungan masih dalam tahap penyempurnaan, pihak lapas telah menyiapkan solusi apabila jumlah pengunjung membludak.

"Saat ini fasilitas kunjungan masih terus kita benahi. Namun, jika jumlah pengunjung ramai, kami telah menyiapkan saung sementara yang dapat digunakan sebagai lokasi kunjungan sebagai pengganti aula sampai seluruh fasilitas pendukung selesai disempurnakan," katanya.

Selain itu, dalam lapas juga dilengkapi lapangan terbuka, area perkantoran, ruang layanan, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya yang mendukung kegiatan pembinaan dan operasional sehari-hari. 

Dengan kawasan yang lebih luas dan tertata, suasana lapas menjadi lebih nyaman serta mendukung pelaksanaan program pembinaan secara optimal.

Relokasi ke Bukit Baling tidak hanya menjadi solusi atas persoalan overcrowded yang selama ini terjadi, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam mewujudkan lembaga pemasyarakatan yang modern, aman, dan berorientasi pada pembinaan. 

Dengan dukungan fasilitas hunian yang layak, sarana ibadah yang lengkap, pelayanan kesehatan yang terus ditingkatkan, serta sistem pelayanan yang semakin baik, Lapas Kelas IIA Jambi diharapkan mampu memberikan pelayanan pemasyarakatan yang lebih profesional dan humanis. (min)

© Copyright 2022 - MakalamNews Berita Untuk Anda