MAKALAMNEWS.ID - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) menyelenggarakan kegiatan Internalisasi Hasil Penelitian terkait Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) dalam rangkaian “Kajian Senin Kamis” (KSK) Tahun 2026 secara daring pada Kamis (21/5/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mendiseminasikan hasil Survei IPR Tahun 2025 sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di Provinsi Jambi.
Direktur Pencegahan BNPT RI yang diwakili oleh Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Kol Dr Harianto, dalam sambutannya menegaskan bahwa Survei Indeks Potensi Radikalisme merupakan instrumen penting dalam mendukung kebijakan pencegahan terorisme berbasis data dan fakta lapangan.
Ia menyampaikan, tantangan penyebaran paham radikal saat ini berkembang pesat melalui ruang digital, media sosial, dan gim daring yang menyasar anak-anak serta generasi muda.
Oleh karena itu, penguatan literasi digital, pengawasan penggunaan internet pada anak, serta ketahanan keluarga menjadi langkah penting dalam mencegah masuknya pengaruh radikal dan kekerasan ekstrem.
"Rumah harus menjadi benteng pertama dalam mencegah masuknya pengaruh radikal dan kekerasan ekstrim," tegasnya.
Dalam pemaparan hasil survei, Peneliti FKPT Jambi Dr Mochammad Farisi menjelaskan, Indeks Potensi Radikalisme Provinsi Jambi 2025 berada pada angka 13,3 persen dengan dimensi sikap sebagai indikator tertinggi sebesar 22,5 persen.
Hasil survei juga menunjukkan tingginya penetrasi internet pada generasi muda, khususnya Generasi Z, dengan mayoritas aktivitas digital dilakukan melalui WhatsApp, Facebook, TikTok, YouTube, dan Instagram.
Selain itu, ditemukan bahwa aktivitas mencari, menerima, dan menyebarkan konten keagamaan melalui internet cukup tinggi, sementara pengawasan penggunaan internet terhadap anak masih perlu diperkuat.
"Terkait dengan pengawasan penggunaan internet anak, terdapat 57% netizen yang memiliki anak usia 5-17 tahun melakukan pengawasan terhadap penggunaan internet anak mereka dan 9% tidak mengawasi," jelas Farisi.
Narasumber nasional, Lilik Purwandi menyampaikan, kelompok yang paling rentan terhadap paparan paham radikal saat ini meliputi perempuan, generasi muda, masyarakat urban, serta netizen aktif yang intens mengakses dan menyebarkan konten digital.
Lilik menegaskan, penyebaran paham radikalisme kini banyak terjadi melalui ruang digital dan gim daring. Untuk memperkuat daya tangkal masyarakat, diperlukan penguatan kearifan lokal, pola asuh keluarga, wawasan kebangsaan, moderasi beragama, serta literasi digital yang memadai agar generasi muda tidak mudah terpapar paham ekstremisme.
Diskusi dalam forum juga menyoroti pentingnya deteksi dini terhadap konflik sosial keagamaan dan potensi radikalisme di masyarakat. Perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi menjelaskan bahwa pihaknya telah mengembangkan sistem Early Warning System (EWS) untuk memantau potensi konflik sosial keagamaan melalui jejaring penyuluh agama dan Kantor Urusan Agama (KUA).
Selain itu, Satgaswil Densus 88 AT Provinsi Jambi menyampaikan, pihaknya bersama pemerintah daerah dan instansi terkait telah melakukan berbagai sosialisasi di lingkungan pendidikan guna mencegah penyebaran paham radikal dan konten kekerasan di kalangan anak-anak, termasuk melalui pengawasan terhadap grup True Crime Community (TCC) yang banyak menyebarkan konten kekerasan dan penyimpangan melalui gim daring seperti Roblox, Mobile Legends, PUBG, dan Free Fire.
Ketua FKPT Jambi Dr Abd Rahman menegaskan, bahwa menjaga situasi daerah tetap aman, damai, dan harmonis merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Ia mengajak seluruh peserta, tokoh masyarakat, akademisi, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat untuk terus menyebarluaskan narasi positif serta memperkuat kolaborasi dalam menjaga ketahanan masyarakat terhadap pengaruh radikalisme dan terorisme.
Melalui kegiatan ini, BNPT dan FKPT Jambi berharap hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme Tahun 2025 tidak hanya menjadi data statistik semata, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat edukasi masyarakat, meningkatkan ketahanan keluarga, memperluas literasi digital, serta membangun sinergi multipihak guna menciptakan Provinsi Jambi yang aman, damai, toleran, dan resilien terhadap paham radikal terorisme.(min)

Social Header