FKPT Jambi gelar KSK bahas hasil survei IPR 2025 lewat virtual.(ist)

MAKALAMNEWS.ID - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jambi menggelar kegiatan Kajian Senin Kamis (KSK) dengan tema Memahami Tren Potensi Radikalisme di Jambi: Internalisasi Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Provinsi Jambi Tahun 2025 secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (21/5/2026). 

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program internalisasi hasil penelitian Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) yang difasilitasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Pencegahan BNPT RI Brigjen TNI Dr Sigit Karyadi SH, MH diwakili Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Kol Sus Dr Harianto M.Pd, seluruh pengurus FKPT Provinsi Jambi yang dipimpin Ketua FKPT Jambi Dr H Abd. Rahman, S.Ag, M.Pd.I, serta peserta dari berbagai unsur strategis di Provinsi Jambi, mulai dari unsur perguruan tinggi, TNI/Polri, Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA), Densus 88 AT, Kementerian Agama, Kesbangpol, hingga Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

Dalam sambutannya, Ketua FKPT Provinsi Jambi Dr H Abd Rahman menyampaikan, survei IPR bukan semata-mata bertujuan melihat angka statistik, tetapi menjadi instrumen penting untuk membaca dinamika sosial masyarakat serta memperkuat strategi pencegahan radikalisme secara kolaboratif.

Menurutnya, upaya pencegahan radikalisme tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk institusi pendidikan, tokoh agama, pemerintah daerah, aparat keamanan, media, dan masyarakat sipil.

"FKPT Jambi memandang bahwa hasil survei ini harus menjadi bahan refleksi bersama untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap paham intoleransi, ekstremisme, dan radikalisme. Pencegahan harus dilakukan secara dini melalui pendekatan edukatif, dialogis, dan kolaboratif," katanya.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Direktur Pencegahan BNPT RI Brigjen TNI Dr Sigit Karyadi.

Dalam arahannya, Sigit menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data dalam merumuskan kebijakan pencegahan terorisme dan radikalisme di daerah.

Sementara, paparan utama disampaikan oleh Peneliti FKPT Jambi Dr Mochammad Farisi SH, LL.M. 

Farisi memaparkan hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Provinsi Jambi 2025. 

Berdasarkan hasil penelitian, Indeks Potensi Radikalisme Provinsi Jambi Tahun 2025 berada pada angka 13,3 dan mengalami sedikit kenaikan dibanding tahun sebelumnya.

Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode multistage random sampling terhadap 300 responden di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi. 

Penelitian juga menunjukkan bahwa dimensi tertinggi terdapat pada aspek sikap, disusul dimensi pemahaman dan tindakan.

Selain itu, survei mengungkap tingginya penetrasi internet pada generasi muda, khususnya Gen Z yang mencapai 93 persen. 

Media sosial seperti TikTok, Instagram, YouTube, Facebook, dan WhatsApp menjadi kanal utama masyarakat dalam mengakses konten keagamaan.

Farisi menjelaskan, perkembangan ruang digital harus menjadi perhatian bersama karena media sosial kini menjadi ruang utama pembentukan opini, identitas, dan pemahaman keagamaan masyarakat, khususnya generasi muda.

"Penguatan literasi digital, moderasi beragama, serta pengawasan terhadap arus informasi di ruang digital menjadi sangat penting agar masyarakat tidak mudah terpapar narasi intoleransi dan radikalisme," katanya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pendalaman hasil survei oleh anggota Tim Reviu Survei IPR, Lilik Purwandi, S.Si, M.Si, serta sesi diskusi interaktif bersama peserta dari berbagai instansi dan perguruan tinggi.

Melalui kegiatan ini, FKPT Provinsi Jambi berharap hasil penelitian IPR 025 dapat menjadi dasar penyusunan strategi pencegahan radikalisme yang lebih adaptif, berbasis data, dan sesuai dengan karakteristik sosial masyarakat Jambi di era digital.(min)