MAKALAMNEWS.ID - Persoalan sampah di Provinsi Jambi, khususnya di wilayah Kota Jambi, kembali menjadi sorotan.
Ketua DPRD Provinsi Jambi M Hafiz Fattah menilai, penanganan sampah menjadi tantangan serius, terutama saat momentum Ramadan hingga menjelang Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat.
Usai mengikuti rapat koordinasi persiapan pengamanan Idul Fitri, Hafiz Fattah bilang, lonjakan volume sampah tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat, terutama saat berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa.
Menurutnya, kondisi ini harus menjadi perhatian bersama, tidak hanya pemerintah daerah tetapi juga masyarakat sebagai penghasil sampah utama.
"Kita tahu masyarakat sedang menjalankan ibadah puasa dan sore hari banyak yang berbelanja takjil. Kita harapkan dari rumah masing-masing sudah menyortir sampah sendiri, sehingga tidak terjadi penumpukan," ujarnya.
Ia menegaskan, keterbatasan jumlah petugas kebersihan di lapangan menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan sampah.
Karena itu, partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu mengurangi beban tersebut.
"Kita tahu petugas kebersihan kita terbatas. Jadi ada baiknya kita bantu dengan menyortir sampah dari rumah," kata Hafiz.
Hafiz menekankan, kesadaran kolektif dalam pengelolaan sampah, dimulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga, merupakan langkah sederhana namun efektif untuk mengatasi persoalan yang kian kompleks.
Dengan meningkatnya volume sampah selama Ramadan hingga Idul Fitri, ia berharap terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat demi menjaga kebersihan serta kenyamanan lingkungan di Kota Jambi.
Upaya bersama ini dinilai penting agar wajah Kota Jambi tetap bersih dan sehat, terutama di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat selama bulan suci dan perayaan hari raya.(min)

Social Header