MAKALAMNEWS.ID – Jelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M, Danrem 042/Gapu Kolonel Inf Nyamin mendampingi Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani bersama Wakapolda Jambi Brigjen Benny Ali dan Tim Satgas Pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi mendatangi Pasar Angso Duo, Kota Jambi, Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.
Kedatangan rombongan ini untuk melakukan pemantauan langsung ketersediaan dan harga bahan pokok.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Kasi Intel Korem 042/Gapu, Kadis Kominfo Provinsi Jambi, Kadis Perhubungan Provinsi Jambi, Kabid Perdagangan dan Kabid Perlindungan Konsumen Provinsi Jambi.
Dalam peninjauan itu, rombongan berdialog langsung dengan para pedagang dan pembeli guna memastikan stok beras, gula, minyak goreng, telur, daging, cabai, dan komoditas strategis lainnya tersedia dalam jumlah cukup serta harga tetap stabil.
Dari hasil pemantauan, secara umum pasokan bahan pokok di Pasar Angso Duo terpantau aman dan aktivitas jual beli berlangsung normal.
Kol Inf Nyamin menyampaikan kehadiran TNI bersama pemerintah daerah dan aparat terkait merupakan bentuk sinergi dalam menjaga stabilitas pangan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
"Pengawasan ini penting untuk memastikan distribusi berjalan lancar, tidak ada penimbunan, serta harga tetap terkendali sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang,” ujar Danrem.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi menegaskan, pemerintah daerah melalui Satgas Pangan dan TPID terus melakukan langkah antisipatif guna menekan potensi lonjakan harga dan menjaga daya beli masyarakat.
Terlihat di lapangan, antusiasme masyarakat cukup tinggi.
Ramainya aktivitas belanja menjadi indikator meningkatnya perputaran ekonomi, seiring dampak positif dari berbagai program strategis pemerintah yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Danrem 042/Gapu berharap sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat guna menjaga stabilitas pangan dan ketahanan wilayah.
"Kami ingin masyarakat merasa tenang, tidak khawatir terhadap ketersediaan kebutuhan pokok. Stabilitas pangan adalah bagian dari stabilitas keamanan dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (*)

Social Header