Berita Terkini

Tak Kunjung Selesai, Gubernur Al Haris Desak Pengembang Tuntaskan Pembangunan Jalan Batubara

Gubernur Jambi Al Haris saat bertemu pengembang jalan khusus batubara.(ist)

MAKALAMNEWS.ID - Sampai saat ini pembangunan jalan khusus batubara di Provinsi Jambi belum ada tanda-tanda bakal selesai.

Untuk itu, Gubernur Jambi Al Haris meminta tiga perusahaan pengembang yang terlibat dalam proyek tersebut yakni PT Inti Bangun Sarana (IBS), PT Sinar Anugerah Sukses (SAS), dan PT Putra Bulian Properti segera menyelesaikan pekerjaan jalan tersebut.

Hal itu dikatakan Al Haris saat memimpin langsung rapat evaluasi progres pembangunan jalan khusus batubara bersama unsur Forkopimda, para bupati terkait, serta pihak pengembang di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (26/1/2026) malam.

Dalam rapat tersebut, Al Haris menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendorong percepatan pembangunan jalan khusus batubara yang selama ini menjadi satu solusi utama untuk mengurangi beban jalan nasional akibat aktivitas angkutan tambang.

Al Haris bilang, izin aktivitas hauling batubara telah diberikan sejak 2023. Setelah dua tahun berjalan, pemerintah ingin memastikan sejauh mana keseriusan para pengembang dalam merealisasikan pembangunan jalan khusus tersebut.

“Intinya saya ingin melihat sejauh mana progresnya, apakah teman-teman pengusaha ini benar-benar bekerja, mulai dari pembebasan lahan hingga perizinan kawasan hutan industri dari Kementerian Kehutanan,” katanya.

Al Haris juga meminta perusahaan pengembang untuk tidak ragu melaporkan setiap kendala yang dihadapi di lapangan, baik terkait pembebasan lahan, perizinan, maupun persoalan teknis lainnya.

“Kalau ada kendala lapor kepada kami, apa saja kendalannya. Selagi pemerintah bisa bantu, akan kita bantu semaksimal mungkin,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan jalan khusus batubara sangat penting karena sektor pertambangan, bersama pertanian dan perkebunan, menjadi penopang utama perekonomian Jambi.

Al Haris bilang, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi saat ini berada di angka 4,77 persen.

Al Haris juga mendorong adanya kolaborasi antarpengembang dalam menyelesaikan proyek ini.

Sebab, urusan bisnis tetap menjadi kewenangan perusahaan, namun pemerintah daerah siap memfasilitasi penyelesaian persoalan di wilayah masing-masing.

“Kolaborasi lah mereka, masalah bisnis mereka yang ngaturnya. Coba kita satukan, apa yang menjadi masalah lapor ke bupati di wilayahnya,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Al Haris menyoroti PT Putra Bulian Properti yang dinilai masih rendah progres pembangunannya.

Dengan tegas, Al Haris meminta perusahaan tersebut lebih terbuka dan aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah hingga ke tingkat desa.

“Itu saya kejar. Kalau tidak terbuka ya bagaimana. Ayo dong harus disampaikan ke bupati, kepala desa. Jangan sendiri-sendiri, kalau sendiri ya repot. Ini sudah menjadi masalah kita bersama,” katanya.(min)
© Copyright 2022 - MakalamNews