Berita Terkini

Silaturahmi IKA UNH Jambi dan Yayasan, Alumni Desak Penghapusan Tradisi Bawa Bingkisan ke Penguji Skripsi

Pengurus IKA UNH foto bersam pihak yayasan dan rektorat, Kamis (11/12/2025).

MAKALAMNEWS.I D - Pengurus Ikatan Alumni Universitas Nurdin Hamzah (IKA UNH) mengadakan silaturahmi dengan pihak yayasan dan rektorat Universitas Nurdin Hamzah (UNH), Kamis (11/12/2025).

Pertemuan yang berlangsung di lantai III Filkom tersebut digelar pascapelantikan pengurus IKA UNH belum lama ini.

Hadir pada pertemuan tersebut Ketua IKA UNH Fiet Haryadi dan jajaran pengurus.

Sementara, pihak yayasan langsung dihadiri Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) UNH Jambi, Ferdy SH, dan Rektor UNH Dr Samsudin dan jajaran.

Pada pertemuan silaturahmi tersebut, ada satu catatan kritik krusial dari Ketua IKA UNH yang langsung mendapat perhatian serius dari pihak kampus. 

Dalam diskusi yang membahas program kerja lima tahun ke depan, alumni menyoroti praktik yang dianggap memberatkan mahasiswa pada tahap akhir perkuliahan yaitu, larangan membawa kue, buah-buahan, atau bingkisan lain saat menghadap dosen penguji skripsi.

Praktik membawa bingkisan ini telah lama menjadi semacam tradisi tak tertulis di berbagai perguruan tinggi, termasuk UNH, yang sering kali dianggap sebagai bentuk 'pelicin' atau ucapan terima kasih yang wajib dilakukan mahasiswa menjelang atau setelah ujian skripsi. 

Fiet Haryadi menilai, tradisi ini tidak hanya memberatkan secara finansial, tetapi juga mencederai nilai nilai akademik dan integritas proses pengujian.

"Satu hal yang krusial dalam akademika, mahasiswa yang memasuki tahapan skripsi tidak diperbolehkan membawa kue, buah-buahan untuk menghadap dosen penguji," katanya.

Sorotan tajam yang dilontarkan Fiet Haryadi ini bertujuan untuk mendorong lingkungan akademik yang lebih bersih dan profesional. 

"Mahasiswa seharusnya dinilai murni berdasarkan kualitas penelitian dan kemampuan mempertahankan argumen ilmiahnya, bukan berdasarkan besarnya bingkisan yang dibawa," katanya. 

Fiet Haryadi khawatir, praktik semacam ini dapat menimbulkan persepsi negatif dan bahkan membuka ruang bagi praktik gratifikasi terselubung di lingkungan kampus.

Menanggapi hal itu, Ferdy menyambut baik kritik dan masukan konstruktif tersebut. 

Ia memastikan bahwa poin ini akan menjadi catatan penting untuk perguruan tinggi lebih baik lagi. 

Respons cepat dari Ketua BPH ini mengindikasikan adanya komitmen kuat dari Yayasan untuk memperbaiki tata kelola akademik.

"Alhamdullah semua masukan tadi beliau menerima untuk UNH lebih baik lagi, sudah kita sampaikan tadi," kata Fiet. 

Pertemuan tersebut sendiri diagendakan dalam rangka menyusun sinergi antara alumni dan kampus. 

Ketua Yayasan menekankan bahwa keberadaan alumni sangat penting dalam upaya memajukan dan membawa nama baik almamater UNH. 

Agenda ke depan, seperti seminar nasional, juga direncanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas institusi.

Namun, desakan untuk segera menghilangkan tradisi membawa bingkisan ini menjadi fokus utama. 

Diharapkan, pihak rektorat dan yayasan dapat segera mengeluarkan kebijakan resmi yang melarang secara tegas praktik tersebut. 

Langkah ini akan menjadi manifestasi nyata dari komitmen UNH untuk menjunjung tinggi integritas akademik, memberikan keadilan bagi seluruh mahasiswa, dan memastikan bahwa kualitas skripsi adalah satu-satunya penentu kelulusan.(min)

© Copyright 2022 - MakalamNews